February 04, 2012
Yows, The Legendary of...
Edensor
by Yows (noreply@blogger.com) at February 04, 2012 06:09 AM
| Bus Stop at Chatsworth |
| Chatsworth House |
| Autumn Leaves |
| count the sheep |
| Edensor |
| Edensor Sign |
| farm house |
| take you to there |
| the river knows |
![]() |
| shaun the peaceful sheep |
| to find gravity theory |
February 02, 2012
Yows, The Legendary of...
seribu kata untuk ayah
by Yows (noreply@blogger.com) at February 02, 2012 08:00 PM
Ayahku, semasa hidupnya adalah orang yang polos dan sederhana. Beliau selaluberkata-kata dengan lugas. Memaksudkan apa yang dia ucapkan dan mengucapkan apayang dia maksudkan. Selalu mengajarkan kejujuran dan kerendahan hati. Seorangyang terkadang tak terlalu banyak bicara, tetapi sering mengajak kamibercanda-tawa.
Ayahku disamping pekerjaannya yang baru setahun menjalani pensiun, telahdidaulat menjadi seorang ketua RT seumur hidup oleh para tetangga, tentu sajabukan karena beliau sangat cocok untuk jabatan itu, tapi sejak beliau terpilih takdirelakan untuk melepas jabatannya dan tak ada yang mau bersusah-susahmenggantikannya. Seperti para pemilihnya memilih cuci tangan. Sehingga panggilanIbu RT masih melekat pada ibu sampai jauh hari setelah kepergiannya.
Ayahku, terlihat seperti sudah ingin memiliki cucu, selalu mengajak bermainanak-anak yang datang ke rumah. Sesekali menyindir abangku kenapa tak segeramenikah, juga menanyakan padaku apakah tak ingin segera punya anak. Aku yangtak terlalu menanggapi dan belum sanggup menyanggupi perkatannya dulu.
Ayahku, senang mendengarkan lagu-lagu berirama nostalgia, lagu-lagu berbahasajawa atau Qur’an Syeikh Gomidi di waktusenggangnya. Sesekali mendendangkan lagu-lagu itu dengan cara yang sangatkurindukan, sesekali mengikuti melantunkan bacaan-bacaan Qur’an. Sekali waktudia akan menanyakan padaku ini itu ini itu tentang permasalah agama yang sedangdikajinya, yang kujawab dengan itu ini itu ini sepengatahuanku. Sesekali diaakan menanyakan apa-apa yang ku kerjakan, yang tak selalu ku jawab dengan carayang benar.
Ayahku, dalam pada itu selalu dalam kondisi sehat. Badannya yang berisi, yangselalu mengisi waktu senggang dengan berkebun. Beliau yang mulai menceritakan mimpinyauntuk kembali ke desa tanah kelahirannya yang katanya sangat subur dan hijau,untuk menjadi seorang petani. Sampai kami menyadari, ternyata dalam fisik yangterlihat sehat itu terdapat sebuah penyakit yang berbahaya, yang sudahmenggerogoti lima tahun lamanya.
Ayahku, ketika keluar dari ruang dokter bersama ibu, terlihat tertekan karena diagnosetumor ganas itu. Namun dalam perjalanan pulang beliau hanya mengajak kamibersenda gurau dan tertawa-tawa, sehingga tak terasa pedih lagi hati kami akibatberita itu. Sehingga bisa kami tersenyum meski sebelumnya mata memerah. Sehinggakami belajar bagaimana tegar terhadap suatu masalah.
Ayahku, akhirnya berjuang dengan mencari berbagai pengobatan, tapi tak sabarmenunggu hasilnya karena tekanan perasaan sakit itu. Kejadian-kejadian rumityang sebegitu rupa sehingga pada akhirnya membuat kami menyerahkan semuanyapada ilmu kedokteran modern yang pada kenyataannya selalu mengutamakan opsioperasi dibanding yang lainnya.
Ayahku, akhirnya dirawat di rumah sakit pusat negeri ini. Sampai suatu waktu datang sebuahsurat persetujuan operasi yang terpaksa ayah dan aku tanda tangani untukmenerima semua resiko yang bisa terjadi. Hingga akhirnya beliau terbaring lemahtak bisa berbicara lagi setelah operasi yang kelihatannya berhasil itu. Hinggabegitu banyak dan macam obat yang harus diterimanya. Sampai ginjalnya gagalberfungsi, sehingga racun menyebar diseluruh tubuhnya. Air matanya menetes danhanya menggeleng setiap kali ibu usap. Sehingga kami yakin ada dosanya yangdiluruhkan karena perjuangan atau kesabarannya menahan perasaan sakit itu,selama dua bulan di rumah sakit itu.
Ayahku, seolah-olah hanya memikirkan kami pada masa terakhirnya, setelahbeberapa hari dinyatakan kritis itu. Sehingga ketika ibuku mengatakanmerelakannya, beliau baru bersedia pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya.Untuk menghilangkan sama sekali rasa sakitnya, dalam keadaan tenang. Selamamasa itu ibu menjaga dan memaninya tanpa pernah merasa lelah, tanpa pernah satukalipun mengeluh, juga tak pernah menunjukkan rasa putus asa akan sebuahkesembuhan.
Ayahku, mungkin tak tau isi pikiranku, bahwa aku merasa tak mungkin bisamenjadi seorang dokter yang layak untuk merawatnya. Yang sangat menghargai artisebuah nyawa. Yang bisa menganggap seorang pasien seperti keluarganya sendiri. Yangbersedia meluangkan waktu untuk berbicara seperti seorang teman. Yang tidakmembedakan seorang pasien berdasarkan uang yang dimiliki. Yang bersediamemberikan senyum yang tulus bukan karena pekerjaan. Yang bisa memilihkata-kata agar tidak menjadi bualan karena berusaha menentramkan dan tidak pulamenyakiti karena menyampaikan kebenaran. Yang tidak memberi solusi denganmemberikan obat bagi setiap gejala secara parsial. Yang memahami ada faktorpsikis dalam setiap tindakan fisik. Yang tidak menganggap memahami probabilitas,dan menyampaikannya dengan layak, sebagai kemewahan.
Ayahku, mungkin tak mengetahui perasaan anak-anaknya. Perasaan yang campur adukkarena kehilangan. Yang sedang belajar menerima setiap musibah meskikelihatannya selalu bertambah. Yang berusaha memandang semua dari sudut palingbaik yang mungkin dilakukan. Yang terkadang merasa menyesal karena belum bisamempersembahkan apapun yang terbaik seperti yang beliau inginkan.
Ayahku, pasti mengetahui betapa sempurna dan mulianya agama kami. Bahwa ketikabuku hidupnya telah ditutup masih akan ada amal jariyah, ilmu yang bermanfaat,dan anak yang sholeh yang bisa menambah catatan kebaikannya. Bahwa suatu saat akanada masanya ketika dia dan keluarganya bisa dipertemukan kembali.
Ayahku, boleh jadi bukanlah ayah terbaik di dunia. Tapi tentu saja beliau tetapayah terbaik untukku, yang telah melimpahkan kasih sayang, perhatian, pengetahuan,harapan dan segala yang dia punya kepada anak-anaknya. Yang menatapanak-anaknya dengan perasaan senang dan bangga, meski tak selalu mengatakannya...
Ampunilah kesalahan dan kekhilafannya, dengan ampunanyang menyeluruh
Limpahkanlah rahmat kepadanya, dengan rahmat yang luas
Peliharalah dia dari siksa kubur dan azabnya dengannikmat, rahmat, cahaya, dan keindahan hingga hari berbangkit nanti.
Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim
Jadikanlah Al-Qur’anul Karim dan amalnya sebagaipenghibur di alam kuburnya,
Sebagai pemberi syafaat di hari kiamat
Sebagai sinar, naungan dan penunjuk jalan pada hariperhimpunan semua makhluk
Sebagai pemberat amal baiknya pada hari penimbangan
Sebagai cahaya dan penuntunnya pada shirath
Sebagai penutup dan penghalang terhadap siksa neraka
Dan sebagai temannya di dalam surga.
Yaa Allah, Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim
Engkaulah sebaik-baik pemberi peristirahatan,sebaik-baik pemberi nikmat, sebaik-baik pemberi rahmat.
Amin, Yaa Rabbal’alamin
January 31, 2012
Yows, The Legendary of...
A Happy New Year (Sebuah Riset di Edinburgh)
by Yows (noreply@blogger.com) at January 31, 2012 10:18 PM
Metode perpisahan dengan tahun lama dan penyambutan tahun baru biasanya identik dengan pesta kembang api. Sebuah pernyataan yang mencurigakan, yang perlu dibuktikan secara ilmiah kebenarannya. Benarkah bahwa tahun baru itu dirayakan? Benarkah bahwa perayaannya melibatkan kembang? Dan apa hubungannya semua itu dengan api? Berbagai spekulasi beredar sehubungan dengan masalah ini.
Ada dua pilihan cerdas untuk membuktikan kebenaran keberadaan kembang api di malam tahun baru di Britania Raya, berdasarkan informasi dari data sekunder yang beredar terbatas, pertama di London dan kedua di Edinburgh. Atas pertimbangan bahwa huruf E pada Edinburgh mendahului hurul L pada London dan keharusan memperhatikan urutan itu di halaman daftar pustaka, maka Edinburgh menjadi skala prioritas.
TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti kebenaran keberadaan perayaan kembang api di Edinburgh, dengan batasan biaya yang semurah-murahnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
METODE PENELITIAN
Dalam rangka menjawab tujuan penelitian yang mulia itu, yang tak semua penelitian bersedia menjawabnya, maka diperlukan sebuah pengamatan, pencerapan iderawi, pengolahan data secara kualitatif dan pengambilan kesimpulan secara empiris. Untuk sebuah pengamatan yang obyektif, diperlukan beberapa orang yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua untuk menuju ke lokasi studi kasus ini, maka berangkatlah kami berempat ke Edinburgh. Tiga orang penghuni pent house apartemen balti: Tama, Andyka, dan Kiki beserta seorang bintang tamu asal Surabaya Om Irfan.
Perjalanan dari Leeds memakan waktu cukup panjang, bahkan tak memandang fakta bahwa itu yang mengantarkan kami adalah sebuah mobil Ford Vista baru yang pintu sampingnya cuma ada dua. Mobil cantik berwarna biru ini cukup canggih, saking canggihnya dengan sedikit pencet kiri kanan jadi bisa berbicara, setelah terlebih dahulu mengeluarkan dering telepon. Tidak hanya itu, kecepatan tinggi terasa rendah saja baginya. Untuk mencegah mobil yang biaya sewanya murah namun berharga tak terjangkau rekening tabungan itu tergores dan kemungkinan susah mencari Ketok magic atau tambal ban, maka kami menambahkan biaya asuransi.
Figure II Speed CameraSejak awal berangkat, kami mencurigai bahwa kegiatan penelitian ini telah mengundang rasa ingin tahu dari banyak pihak, termasuk paparazzi yang biasa mencari foto-foto bintang tenar. Sehinggalah di sepanjang jalan terlihat kamera-kamera yang memantau kegiatan kami, saat dekat kamera otomatis langsung kita berikan senyum termanis dan ekspresi jari piss. Namun lama-lama karena terlalu banyak kamera di pinggir jalan, akhirnya kami tak acuhkan lagi, biarkan saja mereka mendapatkan foto kami.Untuk menjadi penunjuk arah, dipergunakan GPS dari sebuah device Samsung Galaxy X2 milik Kiki device “luar biasa canggih yang dibeli dengan benefit maksimal dan harga minimal” (Untuk seorang Kiki the modern devicer, kata-kata dalam tanda kutip itu, tidak bisa dipisahkan, bahkan dengan alasan apapun). Jalanan di Britania raya tidak terlalu berliku seperti jalan menuju puncak gemilang cahaya dimana bertebaran aa vila, sejauh dari Leeds sampai ke Edinburgh terlihat begitu. Dengan papan informasi yang jelas, jalan-jalan besar Motorway yang seperti jalan Tol di Indonesia ini bisa dilalui dengan gratis saja, dengan free flow speed.
Bosan dengan motorway, berbeloklah mobil ke jalanan kecil. Sebentar-sebentar terlihat rambu kurangi kecepatan ketika memasuki kota-kota kecil, berikut tanda bahwa kamera siap mengabadikan. Sebenarnya perlambatan itu bukan tanpa tujuan, karena berdasarkan standard perencanaan jalan raya, sudah diperhitungkan bahwa ini adalah kecepatan maksimum yang sesuai dengan keadaan cuaca, lalu lintas, alignement, aspek geometri jalan serta layout perkotaan. Kota-kota kecil di tengah jalan ini sungguh sangat kecil, memadat di pinggir jalan, mirip dengan kota penuh zombie di film Shaun of the Dead, di kanan kiri terlihat bar-bar kecil dengan kedip lampu warna warni yang juga sepi mencekam.
Untuk memeriahkan suasana malam, maka diputarlah lagu-lagu mellow yang mengingatkan akan kampung halaman dari IPhone Andyka yang dengan jaringan Bluetooth disambungkan ke speaker mobil. Lagu Michael Buble Home dan Dewa Kangen menjadi hits, membuat Kiki the modern devicer menyanyi-nyanyi penuh penghayatan, rindu kampung halaman, rindu yang dirindukan.
Akhirnya saat-saat memasuki Scotland segera tiba. Hati berdebar-debar rasanya, menunggu gerbang besar di tengah jalan yang bertuliskan selamat datang di Scotland, menunggu tulisan “Scotland berhati Nyaman.” Atau yang semacam “Edinburgh kota berprestasi.” Tentunya diikuti tulisan “Hati-hati anak isteri menunggu di rumah.” Namun harapan itu harus sirna, di pinggir jalan hanya ada papan nama kecil bertuliskan “Welcome to Scottish Borders.” Sangat kecil, sehingga tidak layak dijadikan objek berfoto, padahal berfoto di papan nama itu merupakan salah satu legalitas dari penelitian ini. Sambutan yang agak mengecewakan dari pemerintah kota, mengingat sudah jauh perjalanan kami tempuh untuk meraih perbatasan ini.
DATA DAN ANALYSIS
Akhirnya sampai juga di Edinburgh, kota yang merupakan salah satu World Heritage. Edinburgh merupakan salah satu kota yang berdasarkan survey, paling layak ditinggali di UK, dimana terdapat Edinburgh University yang terkenal dengan tokoh filsuf sekaligus ekonom nya Mr. Uadam Smith. Dimana JK Rowling biasa duduk di sebuah kafe dan menulis Harry Potter. Penduduk kota ini ternyata sesuai rumor yang beredar bahwa makin ke utara dari Inggris English dialeknya semakin semakin totok, asing, seolah-olah diucapkan dengan kecepatan suara yang tidak terdeteksi manusia Indonesia biasa. Daripada menanyakan alamat penukaran tiket Homanaya ke penduduk local, lebih efektif cari di web site dan gunakan GPS.
Edinburgh merayakan perpisahan tahun lama dengan serangkai acara Homanay Festival, mulai dari Torchlight procession, Hogmanay Stret Festival, Fireworks, hingga Loony Dook. Untuk membatasi lingkup penelitian, kami hanya mengikuti Street Festival dan Fireworks, yaitu sebuah jalan dari ujung ke ujung dimana terdapat berbagai panggung yang menampilkan performa artis-artis lokal sambil menunggu pertunjukan kembang api dari arah Castle. Untuk masuk ke festival ini harus membayar tiket masuk 15 pounds, demi tujuan mulia penelitian ini, biaya itu bisa ditolerir. Menjelang acara, Om Irfan memberikan peringatan untuk berhati-hati, bahwa biasanya di acara malam tahun baru ini, banyak pelukan gratis, Kiki menjadi lebih antusias, terlihat sudah lupa bahwa tadi baru saja menyanyikan lagu kangen dengan mendayu-dayu.
Padat merayap para penonton yang jumlahnya sampai 80ribuan beredar dari ujung ke ujung, dari satu panggung ke panggung lain di sepanjang jalan, beragam warna-warni rupa-rupi suku bangsa dan bahasanya dari berbagai benua, sebut saja nama satu Negara, sepertinya ada semua di sini, tumpah ruah di jalanan.
Figure V a man and his bottleSuhu udara sekitar 3 derajat saja, entah itu celcius, atau lintang utara, atau lintang selatan, kurang paham juga. Karena keterbatasan dana dan upaya, tidak ada ahli cuaca atau ahli geografi dalam tim peneliti. Dalam udara yang sedingin itu, orang-orang terlihat membawa berbagai macam botol minuman, yang konon katanya bisa menghangatkan badan.Penelitian ini hanya berlaku untuk suhu itu, karena jika suhu udara 30 derajat seperti di Jakarta, hasil penelitian ini tidak akan berlaku. Namun demikian, kami tak lupa pula membawa botol minuman, coke besar yang bisa membuat badan bertambah dingin, plastik mereknya disobek agar saat meminum bisa menimbulkan efek lebih dramatis seperti orang-orang sekitar.
Detik-detik tahun baru, setelah semua orang menghitung mundur sampai nol, akhirnya roket-roket meluncur ke udara dan meledak dengan berbagai intensitas warna-warni rupa rupi kembang api, yang berlansung sekitar enam menit.
Oke, mungkin gambar ini kurang memuaskan. Berikut ini gambar yang lebih indah, dengan penerapan exposure yang tepat pada kameranya.
Setelah kembang api berakhir, orang-orang saling mengucapkan happy new year dan heboh berpelukan dengan pasangan maupun teman di sekitarnya. Kami hanya bergantian bersalaman, sambil menyaksikan sekeliling. Momen dimana menyaksikan hal-hal terindah dengan perasaan sepi karena tak ada orang spesial untuk berbagi.
Sing.. hening sejanak.. beberapa pertanyaan mengudara.. mana? ga ada pelukan gratis?
Ketika itulah sekonyong-konyon terasa pelukan seseorang dari belakang. Seseorang.. sayangnya.. pria.. sayangnya.. seraya mengucapkan kalimat.
“You’re my favourite man, happy new year.” Ah, sedih rasanya.. ya sudahlah.. aku pun berbalik, balas menyalami, memeluknya dan mengucapkan.
“Happy new year, mate.”
Lalu bergantian menyalami, mengucapkan happy newyear, dan memeluk rombongan teman-temannya. Lalu kami berdelapan, empat indonesian dan empat Scottish saling berpelukan berombongan sambil mengucapkan “HAPPY NEWYEAAR!” sambil melompat-lompat seperti anak kecil kegirangan. Sebuah momen dimana dinding-dinding pertahanan dan perbedaan-perbedaan melebur menjadi rasa bersahabat, dekat, hangat, bersaudara bahkan dengan orang-orang asing.
Ternyata itu kata kuncinya, “happy new year”.
Pesta pun bubar, perlahan orang-orang berbondong-bondong pulang. Sambil pulang seringkali berpapasan dengan orang-orang yang mengucapkan happy new year, berpelukan, happy new year, berpelukan, serasa menjadi teletubbies. Tapi semua orang riang gembira.
Mendadak ada orang berbadan tinggi besar menarik tangan Om Irfan, dan lagi-lagi mengucapkan happy newyear. Beberapa orang pria wanita juga memeluk ku dan mengucapkan happy newyear, kami melompat-lompat sambil bernyanyi-nyanyi dengan lirik dan diaelek yang sama-sekali tidak jelas. Saat itulah pak Irfan menghilang..
Bahwa dia digendong dan dibawa kabur oleh pria bertubuh besar itu.. bahwa dia dengan pasrah dibawa berlari-lari keliling kerumunan.. kami ketahui kemudian..
Sambil menunggu Om Irfan yang masih menghilang entah kemana, kami menyaksikan pertunjukan musik yang kedengaran sangat irlandia, yaitu dengan dominasi suara biola berketukan cepat, di salah satu panggung, mendengar musik yang indah itu, dan atmosfir sekitar yang sangat ceria penuh dengan orang-orang berdansa, pertama-tama kepala ikut bergoyang, lalu kaki, lalu tangan, lalu badan.. dan resmilah aku dan Andyka berjoget mengikuti music, berputar-putar dengan ciri khas pada hentakan2 kaki.
Dimana rimba Om Irfan masih belum ketahuan, maka sudahlah kami pulang saja menuju parkiran, dengan pebuh rasa tega. Ternyata di tengah jalan pulang justru bertemu lagi dengan Om Irfan, dengan kondisi yang patut disyukuri, masih selamat. Dalam perjalanan pulang masih selalu saja ada orang-orang yang mengucapkan happy newyear, hingga satu rombongan terakhir. Dimana salah satunya memeluk Om Irfan dan memberikan ciuman manis di pipi, lalu Om Irfan pun digendong, untuk kedua kalinya. Dia hanya meronta-ronta tak berdaya..hahahaha
Pagi menjelang, akhirnya bertemu dengan rombongan dari Glasgow dan Newcastle, dan di pagi buta itu, ternyata penelitian harus berlanjut ke St Andrews, tempat dimana Pangeran William dan Kate Middleton dulu kuliah. Maka beriringanlah tiga mobil, dengan muatan peneliti-peneliti dari Glasgow, Newcastle dan Leeds.
Di tengah jalan, karena Kiki sang Navigator tertidur pulas di bangku belakang, mobil sempat salah jalan, tertinggal dari rombongan. Saat baru memasuki jalan yang sepi menuju St Andrew sebuah mobil patroli polisi mengikuti dari belakang. Mobil itu terlihat mencurigakan, karena lampu nya berkedap-kedip, atau mungkin juga mobil kami yang terlihat mencurigakan. Curiga mencurigai sering terbolak-balik belakangan ini. Mobil kami terus melaju, mencoba tak mengacuhkan polisi di belakang. Mendadak mereka itu menghidupkan sirine, seperti akan mengejar penjahat, gawat.
Maka ku pelankan mobil, dan berhenti. Seorang polisi yang muda dan berwibawa keluar dan menghampiri lewat jendela. Kami diam saja, dengan wajah sok polos membuka kaca jendela dan menatapnya. Biasanya polisi Indonesia akan berkata. “Selamat malam pak, bisa saya lihat surat-suratnya?” yang biasanya dilanjutkan dengan “Anda melanggar bla-bla bla-bla, mau diselesaikan di sini apa dilanjutkan ke persidangan?”
Polisi yang ini, yang kemungkinan kecil namanya Kopral Ujang, malah berkata “Apakah kalian tidak apa2, mobil ini tadi terlihat goyang kiri kanan, jangan-jangan kalian mabuk?”
“Oh, tidak pak, kami hanya ragu-ragu karena masih mencari jalan menggunakan GPS.”Kira-kira begitu jawabku yang sedang di belakang setir sambil menunjuk device super canggih di tangan Kiki.
“Kalian mau ke St Andrew?” tanyanya sambil matanya menatap mataku sambil hidungnya mengendus-endus bau mulutku untuk membuktikan bahwa kami bebas alcohol.
“Benar sekali Pak.”
“Baiklah, hati-hati di jalan.” Katanya kemudian.
“Happy new year Sir.” Kataku, roda mobil kembali berputar untuk melanjutkan perjalanan. Jalanna yang sepi mencekam, kantuk yang melanda, dinginnya udara, kegelapan di luar, tak mampu menghalangi tujuan mulia kami untuk meneliti matahari terbit sekaligus juga napak tilas kisah asmara Pangeran William dan Kate Middleton di St Andrew.
KESIMPULAN
Berdasarkan riset yang telah diselesaikan ini, maka bisa ditarik kesimpulan adalah benar bahwa ada perayaan kembang api pada malam tahun baru di Edinburgh, bahkan ada dugaan bahwa kata Happy Newyear merupakan sebuah mantra yang membuat orang-orang menjadi lebih bahagia dan berhadiah pelukan atau cium mesra..dari pria..
Hasil penelitian ini masih perlu diuji melalui komparasi studi dengan perayaan-perayaan serupa seperti di London, Amsterdam dan sebagainya. Namun demikian, kesimpulan sementara yang diperoleh sudah cukup untuk memuaskan rasa penasaran akan kebenaran ilmiah dari penyataan-pernyataan yang berkembang di kalangan masyarakat seputaran tahun baru dan perayaannya. Tentunya juga bisa menjadi seuntai kisah modern untuk masa lalu, kisah kontemporer yang diceritakan kepada seseorang di masa lalu.
Juga ada sebuah hipohesis sementara, bahwa rok pakaian tradisional yang biasa dipakai oleh orang Irlandia dan Scotland itu memiliki fungsi utama, yaitu biar gampang dipakai pipis. Hal ini kami lihat dalam perjalanan pulang, dimana terlihat seorang pria mengenakan rok sedang menuntaskan hasratnya tersebut di pinggir jalan, di keramaian.
Terimakasih:
- Untuk Andyka, Kiki the modern devicer dan Om Irfan
- Untuk Aryo, Masagus Eron, rekan-rekan dari Glasgow yang baik hati dan rekan-rekan dari Newcastle yang cantik-cantik, yang telah menyusun acara liburan dan memberikan hiburan yang cukup untuk menurunkan intelegensia
- Untuk orang-orang local yang memberikan kesan hangat dan bersahabat
- Untuk Pak Polisi yang masih bertugas di malam tahun baru
- Dsb
References:
Figure II http://www.navmanwireless.co.uk/speed-cameras-challenged.html
Figure III http://www.avclub.com/articles/shaun-of-the-dead,61446/
Figure IV, VIII http://www.facebook.com/dontbeatourist
January 30, 2012
Desti Utami - D Articles
the quitter
by Takodok! at January 30, 2012 02:10 PM
I’m definitely a quitter. But life goes on and at certain point i stop being quitter then make another dull-mistakes. Classy, huh?
Itu curcolnya. Yang jadi inspirasi curcol *halah* adalah komik yang baru-baru ini saya baca; The Quitter.
Pada masa kegelapan yang belum lama berselang, saya berkenalan dengan nama Harvey Pekar. Saat itu kebetulan saja membaca tentang American Splendor yang dipuji oleh sebuah majalah sebagai film yang “berbeda”. Dengan semangat yang selayaknya diaplikasikan di bidang akademis, saya mulai mencari informasi yang berkaitan dengan film ini. Ternyata ia adalah adaptasi dari komik yang cukup populer(?) di negara asalnya. Lalu potongan info ini meredup di tengah gempuran berbagai hal yang dipaksa masuk ke kepala. Sampai akhirnya yang teringat secara samar hanyalah nama Pekar (yang bagi saya) cukup unik.
Dua minggu lalu saya menemukan komik bersampul merah ini di tumpukan diskonan (!), 10 ribu saja. Sewaktu membeli, saya masih belum ingat pernah sangat penasaran terhadap America Splendor. Baru di ujung The Quitter saya berujar, “Ooooohh ini kan…”
Nah, ini bukti bahwa apa yang (pernah) membuatmu penasaran akan bertahan lama pesonanya. Parah.
Berhubung ini masih autobiografi, ceritanya tidak bombastis dan tokoh utamanya kurang menarik simpati. Boleh dibilang Pekar ini benar-benar menyebalkan, egois, selalu mencari pengakuan dari orang lain. Sungguh mengingatkan akan sebagian dari sifat saya sendiri.
Akhir cerita (lagi-lagi) dijabarkan tidak bombastis, seakan-akan punya sederetan karya berupa komik adalah hal yang biasa saja. Memang Pekar hanya seorang pensiunan pegawai administrasi pemerintahan, tapi masa sih sebegitubiasanya? Film adaptasi American Splendor sempat dinominasikan sebagai Best Adapted Screenplay di Academy Award tahun 2003 lho. Apa ini termasuk jurus merendah untuk meninggi?
Malah nuduh yang bukan-bukan. *tepok jidat*
Hikmah dari komik ini: Pekar yang gampang menyerah bisa punya karya. Pekar yang tidak menyerah mungkin bisa jadi profesor di universitas kampung halamannya, tidak membuat komik, lalu tidak akan ada postingan ini dan saya pun kehilangan momen “Ih kok mirip eik yaaaaa…”
Permisi, mau merenungkan masa depan dulu.
Yows, The Legendary of...
berhenti merokok
by Yows (noreply@blogger.com) at January 30, 2012 02:46 AM
![]() |
| freedom! |
Semua ternyata bisa dilakukan tanpa perlu biaya besar, tanpa perlu konsultasi ke dokter, tanpa perlu menggunakan hipnotherapi, tanpa alat-alat pengganti nikotin. Dan ternyata benar apa yang pernah ayah katakan, bahwa ketika berhenti merokok badan akan terasa lebih enak, lebih tenang, lebih jarang sakit, lebih hemat, aroma mulut lebih baik, dan bermacam kelebihan lainnya.
Alhamdulillah.
January 29, 2012
Yows, The Legendary of...
merokok
by Yows (noreply@blogger.com) at January 29, 2012 06:34 AM
Sewaktu SD, saat teman-teman mandi di sungai, beberapa orang mulai membawa rokok, entah kebiasaan yang berasal dari mana. Waktu itu aku mencoba, tapi langsung terbatuk-batuk tak menyenangkan. Sewaktu SMP saat beberapa teman semakin banyak yang merokok, aku juga tak mencoba, bahkan termasuk grup anti perokok. Sewaktu SMA, karena disiplin sekolah yang ketat bersama kehidupan asrama, aku pun dijauhkan dari rokok.
Ada sebuah kecendrungan bahwa anak-anak muda belia yang masih berseragam dan bercelana pendek itu akan kelihatan lebih keren dan lebih berani bila mereka sudah mulai merokok. Anggapan yang sangat konyol memang, saat itu mereka merokok karena pergaulan. Hal yang tidak berlaku buatku.
Namun, pada hari yang tidak baik itu, sekitar tahun ketiga kuliah di Bandung, aku duduk seorang diri diantara warung-warung makan di Gelap Nyawang. Itu adalah saat aku memikirkan persoalan yang seakan tak memiliki penyelesaian, sedang tak ada seorang teman untuk berdiskusi atau sekedar bercerita. Lalu kuhampiri abang di salah satu kios, membeli sebatang rokok, rokok Gudang Garam (garpit). Untuk yang tidak mengerti rokok, jenis ini ada pada tingkat yang lebih berat, lebih banyak kadar tar dan nikotinnya dibanding rokok seperti Sampoerna atau Marlboro. Kenapa kupilih merek itu? karena aku telah mencoba Sampoerna dan tak merasa ada sesuatu yang istimewa.
Singkat cerita, kebiasaan merokok ini terbawa hingga saat bekerja. Semakin berat beban pekerjaan, semakin banyak merokok, sehingga aku tak terlalu menyukai bekerja di ruangan ber AC yang hanya bisa merokok saat istirahat makan. Saat bekerja di lapangan, semakin banyak pula konsumsi rokok, saat itu bisa mencapai dua bungkus sehari. Sebungkus mild dan sebungkus garpit.
Sebenarnya aku ingin berhenti merokok. Waktu itu aku pernah membuat catatan dalam hati, aku akan berhenti merokok jika sang pacar memintaku untuk berhenti, kemauan dari sang pacar mungkin bisa menjadi motivasi yang kuat untuk itu, namun ternyata sang pacar yang baik hati tidak memintaku untuk berhenti, meski juga tidak suka melihatku merokok. Maka, aku mengurangi kegiatan merokok saat sedang bersamanya. Saat berada di dekatnya, setidaknya dia tak akan terkena oleh asap rokok ku.
Aku pernah dengan konyolnya mengatakan bahwa rokok adalah salah satu bahasa universal, ada saat ketika seorang pria bertemu dengan pria lain, mulanya tidak saling tegur sapa. Salah seorang pria akan menghidupkan rokok, dan menawarkan pada pria di sebelahnya. Pria di sebelahnya tak perlu menjawab, hanya dengan memberikan isyarat tangan bahwa dia tak perlu rokoknya, lalu segera mengeluarkan rokok sendiri. Lalu mereka merokok bersama, dan percakapan pun dimulai, suasana menjadi lebih cair. Mereka menjadi bersahabat secepat frekuensi isapan dan hembusan asap dari rokok yang bergemeretak.
January 23, 2012
Yows, The Legendary of...
rokok
by Yows (noreply@blogger.com) at January 23, 2012 04:24 AM
http://www.youtube.com/watch?v=hG8vw3MRRyM&feature=related
January 20, 2012
Yows, The Legendary of...
menyayangi kalian
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:17 PM
Aku berjalan-jalan, keliling kota sendirian. Sendirian? ya biasalah, karena kebanyakan teman jauh, dan mantan kekasih juga jauh, sudah biasa aku keliling sendirian. Meski juga kota ini adalah kota kelahiran. Keliling kota sendirian biasanya hanya akan membuat kita merasa gundah, seperti tak punya teman.
Aku bertemu teman, namanya Eca. Teman baru, baru saja berkenalan. Kami bercerita-cerita sebentar, sebentar saja, tak berlama-lama. Dia bercerita tentang pekerjaannya, tentang keluarganya, tentang bagaimana dia merasa bosan dengan pekerjaannya dan ingin berkeluarga, lalu menjadi ibu rumah tangga saja. Umurnya baru 21 mungkin, dia sudah merasakan kegelisahan itu, apalagi aku yang sekarang sudah berumur... entah berapa, tak jadi masalah, hanya belum ketemu jodoh. Kami mempunyai keinginan yang sama, tapi aku tau, kami tidak akan menjalaninya bersama.
Lalu aku pulang, entah kenapa terasa perasaanku berbeda dari sebelum-sebelumnya. Aku mengamati sekeliling, kulihat ada orang-orang berjualan di pinggir jalan. Berjualan apa saja, padahal ini sudah malam, waktunya tidur. Mungkin jam kerja mereka berbeda dengan jam kerja kebanyakan orang lain.
Salah satunya ada yang berjualan martabak bangka, Bangka? Perasaan ku selalu sedikit bergetar mendengar kata bangka, sedikit saja, tak perlu banyak-banyak. Aku hampiri, meski tak begitu lapar, mungkin ada orang-orang lain di rumahku atau di mana saja yang nanti bisa ketemu, yang perlu ku belikan makanan. Kalaupun tak ada, aku tetap akan membeli hanya untuk membuat penjualnya senang.
Yang menjual seorang Bapak memakai kopiah, seorang ibu memakai jilbab yang mungkin isterinya, juga seorang anak perempuan yang sama mungkinnya adalah anak mereka. Mereka bekerjasama dengan sinergis untuk menyediakan pesanan. Aku senang sekali melihat mereka. Mereka berusaha hingga semalam ini, yang kulihat disepakati oleh hampir semua orang sebagai pukul 11 malam. Mereka berusaha mencari penghasilan dengan cara yang baik. Mereka terlihat ceria, dan sepertinya tidak sedang memaki kehidupan yang membuat mereka masih bekerja hingga semalam ini. Dan banyak orang-orang seperti mereka ini. Yang bekerja dari cinta, oleh cinta, untuk cinta. Cinta yang universal maksudku, cinta kepada kehidupan dan pemberi kehidupan, bukan cinta sempit menggebu-gebu yang kurasakan kepada mantan kekasihku sampai saat ini.
Aku seolah-olah mendapat sedikit perasaan dari mereka, tertular sedikit. Aku merasa nyaman, merasa dipenuhi perasaan sayang. Entah fenomena psikologi apa ini namanya. Aku berjalan pulang, mengucapkan terima kasih pada mereka. Aku jadi merasa menyayangi mereka, jadi merasa meyayangi kalian semua yang bekerja untuk untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik, aku menyayangi kalian yang berjuang untuk merawat anak-anak kalian, aku menyayangi kalian yang bekerja demi diri kalian sendiri, aku meyayangi kalian orang-orang yang lewat di jalan, aku meyangi orang yang tadi terlalu ngebut sehingga hampir menabrakku, yang menyadarkanku bahwa hidup perlu disyukuri, aku menyayangi kalian yang malam-malam begini sedang berkumpul di pinggir jalan, entah untuk tujuan apa. Aku meyayangi orang tuaku yang nanti akan terbangun untuk membukakan pintu. Aku meyayangi kalian semua teman-temanku, temanku yang sedang bersama anaknya yang kemarin ku datangi, temanku yang senasib dengan ku yang kemarin sama-sama mendatangi, teman-temanku lainnya yang jauh yang kadang-kadang mengirimkan pesan-pesan untuk menghiburku, juga teman jauh ku yang menceritakan kesedihannya untuk mendapat hiburan dariku. Orang-orang yang telah ku kenal dan yang akan ku kenal. Aku menyayangi kalian semua.
Aku sedang tak membenci kalian, pemerintahku. Karena toh kalian bekerja demi kepentingan banyak orang, dan selalu akan ada hal-hal baik yang kalian hasilkan. Hanya kami saja yang jarang menyadarinya, sehingga selalu mencari hal-hal buruk dari kalian untuk ikut kami sesali, karena sesungguhnya kami menyesali kehidupan kami sendiri, mungkin kami hanya mencari sesuatu dari luar diri untuk melampiaskan sedikit rasa marah. Aku sedang tak membenci artis-artis atau tayangan tentang artis ini artis itu yang sering terasa betapa tak pentingnya, kalian juga manusia yang perlu disayangi, yang perlu pencapaian. Aku sedang tak membenci orang yang telah merebut mantan kekasihku. Aku sedang tak membenci diriku yang tak berhasil menjaga perasaan mantan kekasihku. Aku sedang tak membenci apapun. Karena kita semua sama, hanya sedang menjalani peranan yang sedang dipilihkan untuk kita, jika kita menolak menjalani peran ini, berusaha saja, masih banyak peran lain yang bisa dimainkan.
Entah berapa lama perasan ini akan bertahan, aku sadar, mungkin tak lama. Karena jiwa masih berfluktuasi dan mencari titik kesetimbangannya. Karena selalu akan ada masalah di setiap hari yang kita lalui. Masalah yang selalu saja, jika diurai akan semakin panjang, dan jika digulung akan semakin pendek. Aku masih percaya, semua akan indah, kalau tidak pada saat ini, mungkin sekejap kemudian, atau beberapa kejap kemudian, tak perlulah jumlah kejapan itu kita hitung. Hanya percaya, itu saja yang kita butuhkan.
Aku meyangi kalian semua.
Salam.
Catatan 25 Januari 2010
mimpi
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:14 PM
Sedikit saja berbaring, saat sedang lelah, aku segera tersedot dalam pusaran yang meluruhkan diriku dan menyatukannya lagi pada suatu tempat yang baru kuketahui apa setelah aku tak berada di sana. Aku menjelma pada sosok yang tak kuketahui sebagai aku, aku menjadi sesuatu yang hanya kurasakan, bahwa itu aku.Aku adalah burung, yang terbang mengepak-ngepak sayap menikmati awan, melayang melalui dorongan angin dan sewaktu-waktu memanjakan sayapku. Aku adalah burung itu yang mendadak jatuh berdebam ke rerumputan, dimana seorang anak kecil menemukanku dan membawaku pulang.
Aku adalah anak itu, yang berlari kegirangan membawa seekor burung tak berdaya yang kiranya terjatuh karena terlalu dalam mengukir jejak pada awan. Aku berlari-lari menuju satu arah. Ingin menujukkan apa yang kudapatkan kepada ayah, yang sedang menungguku di rumah.
Di tengah jalan, kulihat pohon-pohon mengembang meninggalkan gerak yang monoton. Mereka berjatuhan saling bersahut-sahutan membuat ku menghindar ketakutan dan menyelamatkan diri pada tempat yang tak pernah terpikirkan. Hanya satu yang ku tahu, aku terselamatkan.
Yang tak kusadari adalah bahwa pada saat berlari tubuhku mengembang menjadi seorang pemuda. Seorang pemuda yang pada saat melihat sekeliling, mendapari ternyata semua ruang, semua ruang yang ku pandang, hanya berwarna abu-abu. Aku tak bisa membedakan apa itu hitam, atau kah itu putih, semua hanya antara hitam dan putih. Sehingga dengan perasaan tak menentu aku mencari dimana sumber warna-warna berada. Siapa yang menyimpannya?
Aku menemukannya, pada seorang wanita, yang memberikanku setangkai kuas dan beberapa helai warna. Perlahan-lahan aku melukis komposisi sebuah pemandangan, tentu aku haru melukis ruang terlebih dahulu sebelum mulai melukis benda dan kata-kata. Tapi justru ku lukis hijau sebagai merah, biru sebagai kuning, dan hitam sebagai putih. Tidak bisa mewarnai sesuatu dengan komposisi yang sama dengan yang dipahami setiap orang lain.
Aku berlari lagi, ketika melihat bunga berwarna hitam yang berdaun jambu datang hendak menerkam. Mimpi apa ini? aku ingin keluar dari mimpi ini, dan memasuki mimpi yang lebih linear. Tentu harusnya aku berhak membuat dekorasi mimpiku dalam sebuah taman dimana suara air berpadu dengan hembusan angin meniup kelopak bunga ditunggangi lebah ke tempat mana saja yang mereka ingin suburkan.
Sampai suatu ketika kulihat seorang tua berwajah kejam, menatapku dengan sorot tajam, diiringi senyuman yang lebih mirip cibiran. Aku pernah melihat wajah itu, si tua penafsir mimpi sebagai Sigmund Freud, yang mendeteksi kegilaan orang lain dari obsesinya pada kegilaan diri sendiri. Apa kepentinganmu dalam mimpiku? Kusingkirkan manusia yang tidak relefan itu dengan kibasan tangan, dan kembali ke jalan. Kemana aku akan pergi? Bukankah aku tadi ingin pulang ke rumah, untuk menjumpai ayah?
Dialog Isa AS dengan Iblis
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:09 PM
sesuatu
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:17 AM
metropoly
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:16 AM
Beberapa website canggih sangat mendukung untuk merencanakan perjalanan ini, seperti metro website: www.wymetro.com, Transport Direct Journey Planning web site: www.transportdirect.info, Nation Rail Web Site: www.nationalrail.co.uk atau web informasi lokasi wisata sesuai degnan yang tertera di peta.
27 club
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:15 AM
Kereta Pagi
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:14 AM
puisi (karya mengiring umur)
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:14 AM
(Arsip Tahun 2007)
Sekapur Sirih Pernikahan Sahabat
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:13 AM
Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa bersama kita boi.
Berdebar hati awak, ketika sepucuk suratmu itu tiba boi. Telah awak buka surat itu, surat undangan itu yang telah sekian lama kita nanti-nantikan, yang menandai titik baru dalam hidupmu boi. Hari ini, engkau bukan lagi dirimu yang dulu boi, engkau akan mengikat janji, seperti di pilem-pilem dan lagu-lagu itu boi. Seperti teman-teman kita yang terdahulu, dimana kita menghadiri undangannya.
Jika ditanyakan pada awak kapan akan menikah, maka akan awak jawab menunggu Firman. Jika ditanyakan padamu kapan akan menikah, maka akan kau jawab menunggu Wahyu. Sehinggalah dikala itu, di musim kawin yang lalu, terucap juga kutukan dari salah seorang teman kita, kenapa tidak kita berdua menikah saja? Sekarang boi, ketika ditanyakan pada awak pertanyaan itu, apatah lagi jawaban yang bisa awak berikan boi.
Mendadak teringatlah awak pada bermacam pengalaman yang pernah kita lalui, dari pelosok negeri, penjuru sungai, hutan, bukit dan lautan, yang pahit-pahit dan asam-asam, entah kenapa boi, kenangan denganmu jarang terasa manis. Sejak lama kita berteman boi, sejak pertama mendapat seragam merah putih itu.
Kalau saja waktu itu, waktu kita berenang di sungai Auo, berayun dengan akar yang menjuntai, kita terbawa arus yang deras karena konstruksi pada alur sungai, tentu kita telah hilang ditelan zaman boi.
Kalau saja waktu itu, waktu kita bermain bola di lapangan tak berumput, bola yang sedang diam itu kena engkau tendang boi, mungkin engkau sudah akan jadi timnas garuda sekarang.
Kalau saja waktu itu, waktu memancing ikan di sungai kecil di hutan liar di ujung dunia yang kita tempuh dengan berjalan kaki berpuluh kilometer itu kita mendapat ikan boi, mungkin kau sudah akan menjadi seorang nelayan sekarang.
Kalau saja waktu itu, buku cerita yang kita tulis sambil mengabaikan pelajaran berhitung itu tidak ditangkap ibu Liliyanti, mungkin kau sudah menjadi penulis Laskar enam belas sekarang ini boi.
Kalau saja waktu itu, sewaktu mencari buah kemang di pohon tetangga itu kau tidak bertemu Dedek Kusnadi, mungkin pikiranmu tidak akan terganggu seperti ini boi. Bahwa pikiranmu terganggu, sudah lama awak sadar sepenuhnya. Sejak kau bilang akan menjadi presiden untuk menggantikan Pak Harto idolamu itu. Saat itu, kupikir tali enam mu hampir putus boi.
Semua itu boi, hanya sedikit dari kemungkinan-kemungkinan, pilihan-pilihan dan pengalaman-pengalaman yang telah kita lalui. Meski tak pernah kita ketemu kata sepakat kecuali untuk hal-hal kecil tidak relevan yang berhubungan dengan Dedek Kusnadi yang kehilangan tali enam, Nopi Kohirozi yang perlu mentraktir empek-empek, Ichin dan Andi yang lumayan kribo, Adeks yang perlu mensuplai roti untuk pertandingan catur, serta Arman dsb, tak ada dari hal-hal itu yang esensial. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa engkau adalah salah satu kawan terbaik yang awak punya boi, salah seorang jenius yang awak kenal, tidak salahlah jika engkau menjadi juara umum No.2 seSMP enam belas itu boi. Mari kita asumsikan saja bahwa orang-orang tidak akan menanyakan siapa terbaik no.1 nya..
Sungguh boi, sungguh benar berita yang disampaikan oleh Quran yang kita baca ini boi. Bahwa telah diciptakan pasangan-pasangan untuk segala sesuatu, untukmu pasanganmu. Meski untuk menemukannya pergi juga kau meninggalkan kampung halaman yang jalan-jalannya berlubang sedalam-dalam jurang, yang tanjakannya tidak dihitung oleh insinyur itu boi, menuju kota yang semanis masakan-masakannya ini yang salah seorang penghuninya memikat hatimu. Saat berpamitan, kau kan mencari ilmu, katamu boi. Ternyata selain ilmu ada hal berharga lain yang kau dapatkan, sebuah pembuluh rindu.
Jalin-menjalin dengan waktu, tangan takdir itulah yang telah membawa kita menjadi kita hari ini boi, menjadi engkau, yang sehari ini menjadi raja. Takdir boi, keberadaan kita, keberadaan manusia, sesuatu yang sudah seharusnya tak habis-habis menjadi penyebab rasa syukur kita.
Tentunya engkau sudah hampir lupa pada kutipan dari Hirata (2010) ini boi.. "..betapa memilukan keadaan kami. Dua orang bujang lapuk yang tak mampu berbuat apa-apa selain mengasihani diri sendiri, terpojok di sebuah kamar losmen murahan, di antara kecoak yang berseliweran, gemeretak bunyi tikus, dan gelak tawa para pelaut mabuk di lantai bawah."
Sebentar lagi salah seorang dari bujang lapuk itu akan mengalami transformasi menjadi seorang pemimpin keluarga boi, sungguh bahagia sekaligus sedih hati awak boi, bahagia karena akhirnya satu langkah maju akan kau tempuh untuk membuat hidup lebih bermakna dan sedih karena tinggal seorang saja kini yang terpojok di kamar itu, yang tak mampu berbuat apa-apa selain mengasihani diri sendiri.
Setelah hari ini, tentu awak harus menahan diri dari mendadak muncul di depan pintu rumahmu boi. Untuk segera beredar mencari Syahril yang hilang. Untuk segera meluncur menuju rumah guru mengaji kita. Untuk segera meminta jatah preman dari juragan timah. Atau untuk sekedar mendiskusikan hal-hal remeh seperti relevansi integrasi partisipasi indomi dalam birokrasi dan realisasi desentralisasi. Baiknya saat itu awak nyanyikan saja lagu DLloyd boi, Oh dimana, oh dimana kawan dulu, yang sama berjuang.
Setelah hari ini, kau adalah seorang pemimpin keluarga boi. Awal dari sebuah babak baru dalam kehidupan, hal baru bagimu boi, tentu kau masih harus belajar banyak untuk itu. Caramu mendidik kucing berbulu kuning dengan system militer itu, yang kau tuduh berbulu tapi tidak mau mengaku, dengan kepalan tangan di perutnya, agaknya tidak relevan untuk diterapkan boi. Soal yang satu ini awak pun tak punya pengetahuan, ada baiknya mendengarkan petuah dari ninik mamak dan tuo tengganai di kampung kita.
Ah, sungguh boi, sungguh besar penyesalan awak karena tidak bisa hadir untuk memenuhi undangan ini. Tentulah engkau maafkan awak, karena sedikit banyak ketidakhadiran ini disebabkan oleh satu dan lain hal seperti geografis, sosialis, politis dan ekonomis. Variable-variable itu boi, seringkali berada di luar kuasa kita. Namun, tentulah obat bagi penyesalan ini hanya jika doa dan restu awak bisa sampai:
Agar penikahan ini diberkahi Allah SWT.
Agar keluarga besar yang menyelenggarakannya berbahagia, dan keluarga yang akan didirikan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Yang bisa membuat hatimu tentram, yang penuh cinta dan kasih sayang.
Agar kelak keluarga ini dapat memberlangsungkan keturunan yang sholeh dan sholehah yang membawa kontribusi positif pada bangsa dan negara ini, yang membawa kebaikan bagi umat dan mencegah manusia dari semakin banyak berbuat kerusakan di muka bumi.
Semoga keselamatan dan keberkahan senantiasa bersama kita boi.
aamiin..
Catatan:
Tentunya boleh awak asumsikan bahwa system klakson otomatis berbunyi saat ada wanita cantik di pinggir jalan itu sudah dinonaktifkan dari moda transportasimu..
Satu lagi boi, dengan resmi keluarnya dirimu dan beberapa anggota yang selama ini sangat kontributif bagi Persatuan Bujang Lapuk Nasional (PBLN), maka awak perlu merombak struktur organisasi dan mulai akan memperluas jaringan hingga mancanegara..
Wahyu
Leeds, 20112011.
30 days of drawing part I
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:13 AM
"eat-books"
"grandma n her peaceful sleep, there will be no me without my beautiful grandma.." —
"up on the hill"
"shaun the soup"
"laugh"
"the music of jim morrison"
"Chelsea"
"bunch of books"
"my beloved father (1953-2010)"
30 days of drawing part II
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:13 AM
30 days of drawing part III
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:12 AM
"New Drawing"
"Chelsea New Player
"Inside the Eye"
"Left Hand"
"Grows"
"Portrait on the wall"
Yak, demikianlah 30 hari menggambar ini. Ternyata kegiatan ini cukup memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal produtif seperti membaca buku dan jurnal-jurnal Ilmiah. Sehingga sejak saat ini, aku akan menggantung pensil seperti gitaris yang menggantung gitar. Mohon maaf atas segala kekurangan dan terimakasih atas segala perhatian.
a tribute to Uun
by Yows (noreply@blogger.com) at January 20, 2012 06:12 AM
![]() |
| “We could be so good together - morrison” |
Okelah, terlepas dari masalah pengucapan tersebut, gw sedang berpikir keras, hadiah apa yang bisa gw persembahkan bagi sobat satu ini. Apakah itu cincin emas bertatahkan permata bersulam berlian bersimbah darah? rasanya dia bukan orang yang membutuhkannya. Apakah itu sebuah mobil mewah, rumah megah, jam tangan indah? Aih, gw percaya bahwa harta benda duniawi tidak terlalu berarti baginya, zuhud cuy, disamping alasan paling utama dan sebenarnya adalah gw sendiri belum memiliki harta benda duniawi yang tersebut diatas. Akhirnya, sebagai seorang teman yang masih cenderung self centered, gw coba membongkar ingatan gw tentang manusia satu ini dan menuliskannya dalam beberapa paragraf dalam ejaan yang tidak disempurnakan. Bukankah kita bisa berkaca melalui mata seorang teman, berbicara melalui mulut seorang teman, dan makan-makan menggunakan penghasilan seorang teman.
Pertama bertemu, pada zaman dahulu kala, sewaktu manusia masih mempertahankan hidup dengan berburu dan meramu, bertemulah gw dengan orang ini. Di kelas T12. Orang sunda asli pencinta persib boi, jadi wae bahasana sunda pisan. Kalau sudah berkumpul dengan geng sesama sunda, anak baru merantau seperti gw bakalan berpikir mereka ngomongin sesuatu yang tidak bisa di makan. Asalnya dari SMU 5 Bandung, yang setiap kali berhasil meluluskan orang aneh ke kampus paling diminati sejagat raya, jurusan paling dihormati sejurusannya.
Sejak awal melihatnya, dengan cem cem celana gunung dan sweater slipknot kali ya? Pokonya yang belel ga karuan dan biasa dipakai orang-orang anti kemapanan lah, dengan walkman di telinganya yang pilihan aliran musiknya tidak lebih dari hard core, punk, british dan indie label, gw yakin banget orang ini bakal jadi temen akrab gw. Seperti prinsip kehidupan: sama angkot bisa saling mendahului, sesama pendekar di dunia persilatan bisa saling mengenali, sesama orang gila bisa saling menyayangi. Maka jadilah kita memulai perkenalan dan persahabatan.
![]() |
| “Cobalah lihat itu kelakuan, disaat gw berpose memperlihatkan wajah menyesal karena tak bisa berada disebelah rahima (3 dari kiri 3 dari bawah) dia berpose dengan tidak memperlihatkan wajah sama sekali (tertutup buku kalkulus). Gw yakin itu bukan karena wajahnya tidak layak difoto, hanya sebentuk firasat bahwa dia akan mengulang kuliah kalkulus” |
![]() |
| “Motor legendaries dengan rajah Rage Again the Machine, yang menjadi saksi perjalanan Uun yang seharusnya juga bisa menjadi saksi kisah asmaranya." |
![]() |
| “ekspresi wajah penuh kamuflase seolah-olah stress sesaat sebelum ujian, dan akan segera menunjukkan kebalikannya sesaat setelah ujian.” |
![]() |
| “Lantai Himpunan yang bersih dan kinclong yang sering menang lomba kebersihan sekampus raya, menjadi pelampiasan bakat uun untuk menjadi mbok inem (gambar ini adalah asli, bukan tipuan kamera belaka).” |
Tentu saja bisa kita pahami dan kita lihat niat tulus Uun dalam menjaga kebersihan tersebut dari keringat yang membasahi dahinya. Hal ini sangat berbeda dalam hal motif, dengan kasus lainnya, yang bisa kita telaah dari gambar berikut:
![]() |
| "sebentuk ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan sentuhan dari sang abang." |
![]() |
| “Ritual yang dilakukannya untuk memanggil arwah leluhur” |
Jika mendengar alunan musik yang menggugah hati, seperti irama kecapi suling, maka uun yang tadinya hanya duduk dan berhaha hehe di belakang, akan segera maju ke depan panggung, segera mengekspresikan diri dan emosinya dengan tarian yang oleh seorang pakar musik kenamaan berinisial bogel, disebut sebagai tarian lebah afrika, seperti gambar di bawah ini. Gejala yang dalam pandangan umum bisa disebut sebagai trance, bersentuhan dengan alam transcendental, bahasa orang baratnya siih kesurupan kali ya.
![]() |
| “ups, sorry! Gw salah memasukkan gambar, ini sih orang yang ekspresinya rada-rada ‘gimanaa gitu’ ya. Kalo ketemu orangnya nanti gw complain deh ekspresinya yang rada ‘gimanaa gitu’ itu” |
![]() |
| “ini dia yang benar, yiihaa! Lihatlah gayanya yang asyik dengan tunjuk kiri tunjuk kanan ituh (kaos hitam di depan panggung)” |
![]() |
| “Ciluuk baa!” |
![]() |
| “Foto keluarga: Seragam wajib bagi Uun (kedua dari kiri atas), jaket dan celana jeans belel, tapi ada bendera merah putihnya? |
![]() |
| “Ekspresi kebahagiaan sesaat setelah kelulusan, lihatlah wajah yang so.. sok imut itu, menyatakan: silahkan tempeleng saya tepat di arah jari telunjuk ini, gejala masochism kali ya?” |
salam
(Arsip Catatan Facebook, 15 April 2010)
January 12, 2012
Okto Silaban - Labanux
Kamar Terbuka, Kamar Tertutup
by Okto Silaban at January 12, 2012 03:46 PM
Jogja – Bandung
Suatu hari, beberapa tahun lalu, saya main ke kos seorang saudara di Bandung. Waktu itu saya masih kuliah, di Jogja. Kos saudara saya ini khusus cewek, tapi tamu pria boleh masuk (belakangan saya tahu boleh nginep juga.. *asal ndak ketahuan yang jaga). Setelah melewati beberapa kamar, saya tertegun, ada beberapa kamar yang terlihat ada sepatu atau sandal lelaki di luarnya, dengan pintu tertutup. Spontan saya berbisik ke saudara saya “Ini ada cowok ya di dalam?”. Dengan santai dia jawab, “Iya kali.. Biasa itu mah.”.
Mungkin sebagian dari anda heran, kenapa saya mesti heran. Waktu itu masih tahun pertama saya kuliah, dan saya masih fresh dari “daerah” (istilah orang Jakarta untuk orang dari luar pulau Jawa
). Bagi kultur saya, hal itu agak “janggal”. Terlebih saat itu juga saya anak kos, di Jogja. Di daerah kos – kosan saya, kulturnya serupa dengan kultur di daerah saya. Jadi, kalau di kos – kosan cewek, ada tamu cowok masuk ke kamar, secara otomatis mengikuti aturan tak tertulis “maka pintu wajib terbuka”. Begitu juga sebaliknya, untuk kos cowok yang didatangi tamu cewek.
Saya waktu itu berbisik lagi ke saudara saya dengan polos, “Kok pintunya ditutup ya?”. Dijawab juga dengan polos, “Lha kalau dibuka ya malu lah.. Keliatan dong lagi ngapa – ngapain. Hahaha..”. Terbalik rasanya dengan yang saya pahami kalau itu terjadi di Jogja.
Jakarta
Sekarang saya masih jadi anak kos juga, tapi di Jakarta. Untuk masuk ke kamar saya, melewati beberapa kamar. Sambil lewat, sekilas saya melihat sebuah kamar yang pintunya terbuka. Kamar ini yang menghuni cewek, baru semingguan. Saya melewatinya sambil iseng melirik ke dalam (kepo..), ternyata ada tamunya, cowok. Saya ingat beberapa hari lalu juga pernah pintunya terbuka lebar, ada tamu cowok juga. Sambil melewatinya saya berujar dalam hati, “Lah.. si mbak ini, ada tamu cowok kok pintunya dibuka sih. Tutup aja lah..”.
Bukan kos saya saja yang berubah, sepertinya saya juga berubah. Entah kenapa.
Catatan: Ndak semua kos – kosan di Jogja seperti saya ceritakan tadi. Itu hanya di daerah sekitar kampus saya saja.
January 11, 2012
R. Ferdy Ferdian
radenferdy
by Ferdy Ferdian at January 11, 2012 04:13 PM
Well, it’s 2012. Listing out things that I want to achieve is pretty much make sense. In non-priority sequence, here goes: 1. Continue saving fund for further education. I’ve been doing this since I moved to Singapore. I spent quite a lot when I was working in Malaysia, partially because I was engaged at that [...]
January 09, 2012
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at January 09, 2012 01:20 PM
..If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient?
If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous?
If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?
–God in Evan Almighty
Jadi, (katanya) hal terbaik yang bisa kita dapatkan adalah kesempatan. Pertanyaannya, seberapa jeli kita melihat dan menghargai kesempatan tersebut?
January 06, 2012
Eko Putra
FMRTE
by Ekoputra Arif Budiman at January 06, 2012 11:36 AM
Hallo FM Lovers, Sudah memasuk bulan pertama tahun 2012, sudah sejauh mana pencapaian FM Lovers di jagat managerial klub Sepakbola anda ? apakah sudah treble ? membawa klub menjadi unbeatable ? sudah membawa divisi 3 promosi ke liga utama ? atau membawa Timnas Garuda ke Piala Dunia ? Well, saya teteeep menunggu sharing dari FM […]
January 04, 2012
Yows, The Legendary of...
akhir tahun
by Yows (noreply@blogger.com) at January 04, 2012 06:00 PM
December 30, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at December 30, 2011 01:41 PM
Akhirnya bisa mengakses blog ini lagi! Entah koneksi yang kurang mumpuni atau sebab lain, 2 minggu kemarin saya sama sekali tidak bisa masuk ke dashboard. Proyek postingan per hari di bulan Desember pun gagal. *senyum-senyum karena punya alasan*
Desember adalah bulan yang sangat menyenangkan. Dari sekian banyak alasan, salah satunya karena hari ini, 30 Desember 2011, adalah hari ulang tahun ke-4 Komunitas Blogger Sumatra Barat; Palanta.
Masih jaman ya komunitas-komunitas-an? Hohohohohohoho..
Tidak, kalo yang dicari cuma keuntungan semata.
Iya, ketika kita berniat baik dan berusaha tetap baik. Hehe.
Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya di twitter, ga nyangka setelah 4 tahun saya masih di kota ini, ketemu teman-teman lewat Palanta, dan menulis postingan ini. Dan kembali mengutip Ted Mosby,
“Friendship is an involuntary reflex. It just happens and you can’t help it.”
Saya mensyukuri teman-teman Palanta yang ada saat saya sedang kesusahan, mau ditodong bantuan, dan tentu saja siap sedia diajak berhuru-hara. Karena yang ingin saya temukan di sana adalah teman, maka saya mendapat teman. Memang ada pasang surut, orang-orang yang datang dan pergi, tapi di ujung Desember ini toh masih ada mereka yang bisa diajak berbagi tawa.
Besok kita akan merayakan pergantian tahun juga 4 tahun kebersamaan. Mau dibawa ke mana komunitas ini, biarlah angin yang menentukan. Walaupun si angin tak dapat membaca tapi ia sudah sukses jadi judul sinetron. Cukup bombastis, bukan?
.
Masuk ke area yang lebih pribadi. Tahun ini jelas banyak perubahan terjadi. Tapi biarlah Tuhan dan mereka yang berhak saja yang tau. Untuk resolusi tahun 2012;
BE A BETTER NINJA!
Yay!
December 25, 2011
Yows, The Legendary of...
the art of loving
by Yows (noreply@blogger.com) at December 25, 2011 06:40 PM
Manusia juga cenderung menganggap cinta adalah objek, bukan sebagai kemampuan. Mereka berpikir bahwa mencintai adalah persoalan mudah, yang sulit adalah mencari objek yang tepat untuk dicintai. Pada manusia modern perasaan jatuh cinta biasanya berkembang karena adanya komoditas-komoditas yang bisa dipertukarkan. Jadi dua sosok manusia akan jatuh cinta jika mereka telah menemukan obyek terbaik mereka di pasaran, dengan mengingat batas-batas nilai tukar yang mereka miliki.
Pengalaman jatuh cinta biasanya dialami dalam kasus di mana dua orang yang sebelumnya merupakan orang asing satu sama lain, sepakat untuk meruntuhkan tembok yang selama ini memisahkan mereka, sehingga semakin dekat. Mereka merasa menjadi satu dan momen kesatuan ini menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dan mempesonakan dalam hidup. Terutama bagi pribadi yang selama ini tertutup, terisolasi dan tanpa cinta. Keajaiban dari keintiman ini menjadi semakin dahsyat dipicu oleh daya tarik seksual serta pemenuhannnya. Dalam proses berikutnya dua pribadi itu akan saling mengenal dengan lebih baik, sehingga keintiman yang mereka rasakan akan kehilangan keajaibannya. Akhirnya segala pertentangan, kekecewaan serta perasaan bosan akan membunuh segala yang tersisa dan pesona yang sebelumnya menyelimuti mereka akan sirna. Namun hal ini sering tidak disadari karena tertutupi oleh hasrat akan birahi, cumbu rayu, saling terpesona dan tergila-gila, untuk menunjukkan betapa dalamnya cinta mereka. Padalah semua itu tidak membuktikan apa-apa kecuali rasa kesepian yang mereka derita sebelumnya.
Namun pada kenyataannya hampir tidak ada aktifitas atau usaha yang dimulai dengan bermacam impian dan harapan yang begitu luar biasa, namun mengalami kegagalan begitu saja sebagaimana cinta. Ada satu cara untuk mengatasi kegagalan tersebut, yaitu memeriksa sebab-sebab kegagalan tersebut, dan mempelajari cara untuk memperbaikinya. Harus disadari bahwa cinta adalah seni, jika kita ingin belajar bagaimana cara mencintai kita harus memulai dengan cara yang sama seperti mempelajari seni. Yaitu pertama, menguasai teorinya kedua menguasai prakteknya.
Manusia dikaruniai akal budi, adalah kehidupan yang sadar akan dirinya. Ia dilahirkan diluar kemauannya dan akan mati diluar keinginannya. Manusia menyadari kesendirian atau keterpisahannya, kelemahannya dalam menghadapi kekuatan alam dan masyarakat (disunited existence) ini merupakan sebuah penjara yang mengerikan. Sehingga dia harus keluar dari situasi tersebut dan mencari pertalian baru dengan manusia lain dan dunia luar. Bagaimana cara mengatasi keterpisahan ini, meraih kesatuan, mentransendensikan kehidupan? Salah satu cara yang kemudian ditempuh adalah menenggelamkan diri dalam keadaan orgiastic. Seperti trance yang bisa muncul dari dalam atau karena pengaruh obat bius. Pengalaman lain yang memberikan efek yang sama adalah dengan pengalaman seksual. Cara lainnya adalah dengan penyatuan dengan kelompok yang lebih besar. Untuk mencari ketentraman dan keselamatan, dengan prinsip: jika aku tak berbeda dari orang lain, hika aku tidak memiliki perasaan atau pemikiran yang berbeda dengan orang lain, jika aku menundukkan diri pada kebiasaan, pakaian, gagasan dan pemikiran yang serupa dengan orang lain, maka aku akan selamat dari situasi kesendirian yang mencekam (frightening experience of aloneness).
Cara lain untuk mendapatkan kesatuan terletak pada tindakan kreatif. Seperti yang dipraktekkan oleh seniman dan para tukang. Seeorang bisa menyatukan dirinya dengan bahan-bahan yang merepresantasikan dunia di luar dirinya. Namun demikian, hal-hal demikian hanya bersifat sementara, hanya merupakan jawaban parsial atas problem exsistensial. Jawaban atas problem ini terletak pada kesatuan intrapersonal, dalam peleburan dengan orang lain, dalam apa yang sering disebut sebagai cinta. Cinta adalah jawaban atas problem eksistensi manusia.
Beberapa jenis cinta antara lain:
Cinta orang tua dan anak, dimana cinta ibu merupakan peneguhan tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan-kebutuhan seorang anak.
Cinta persaudaraan, cinta terhadap semua manusia. Merupakan sebuah rasa tanggung jawab, perhatian, pernghormatan serta oemahaman akan setiap manusia yang ingin kita majukan hidupnya.
Cinta erotis, penyatuan dan peleburan antar pribadi yang bersifat ekslusif dan tidak universal.
Cinta diri, yaitu cinta kepada diri sendiri identik dengan narsisme.
Cinta Tuhan, yaitu cinta kepada nilai tertinggi yang paling didambakan yang merupakan kebutuhan dasar dari manusia.
Cinta adalah sebentuk kapasitas yang terlahir dari karakter yang matang dan produktif. Namun kedudukan dari cinta yang sebenarnya digantikan oleh sederatan cinta semu yang mencerminkan terjadinya disintegrasi cinta dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Eksistensi masyarakat kapitalis didasarkan atas pasar, dimana segala sesuatu atau kepandaian yang dianggap berguna diubah menjadi komoditas yang diperjual belikan. Sehingga hasilnya adalah membentuk kepribadian manusia modern yang terasing dari dirinya, dari sesamanya dan dari alam semesta.
Manusia modern menjadi semacam komoditas yang menempatkan kekuatan dirinya sebagai investasi yang harus membawa keuntungan. Namun mereka tidak menyadarinya karena peradaban membuat rutinitas yang luar biasa ketat. Lalu sebagai akibatnya mereka berusaha mengatasi keputusasaan bawah sadarnya dengan cara menenggelamkan diri dalam hiburan rutin serta konsumsi pasif, membeli barang-barang dan kebutuhan untuk selalu tampil baru. Hal itu pada akhirnya menyebabkan manusia modern menjadi manusia yang tak sanggup mencintai, hanya bertukar paket kepribadian sambil berharap mendapat imbalan yang sepadan.
Dalam menyingkapi kegagalan tersebut beredar buku-buku tentang petunjuk dan nasehat tentang perilaku seksual. Hal ini terjadi didasarkan atas ide pokok bahwa jika dua orang saling memuaskan kebutuhan seksual masing-masing maka mereka akan sanggup mencintai satu sama lain. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran Freud, yang menyatakan bahwa Pemuasan atas semua hasrat instingtual secara total akan membawa pada kesehatan mental dan kebahagiaan. Namun semua ini hanya ilusi karena cinta bukanlah hasil dari kepuasan seksual, melainkan sebaliknya. Konsep Freud itu bisa dibandingkan dengan gagasan psikoanalis lainnya bahwa bahwa cinta dimulai apabila seseorang merasa kebutuhan orang lain menjadi sepenting kebutuhannya sendiri.
Untuk menuju ke arah itu, kita perlu mempelajari apa-apa yang diperlukan untuk praktek mencintai. Untuk bisa mempraktekkan suatu seni, dalam hal ini, seni mencintai ini pertama-tama dibutuhkan kedisiplinan dalam mempelajari dan melatihnya. Disiplin bisa dilatih dengan tidak memanjakan diri, dan memanfaatkan waktu dengan teratur untuk kegiatan seperti meditasi, membaca, mendengar musik dan berjalan-jalan.
Lalu dibutuhkan konsentrasi, karena duduk diam tanpa bicara, membaca atau makan dan minum selain hanya berkonsentrasi merupakan hal yang sulit bagi manusia modern. Melatih konsentrasi dengan belajar berdiam diri, seperti dalam meditasi atau beribadah. Dalam mendengar musik, membaca buku, berbicara, atau menikmati pemandangan dimana perhatian seseorang dicurahkan sepenuhnya. Hal-hal yang penting dan tidak penting akan memperoleh dimensi baru. Berkonsentrasi berarti hidup sepenuhnya saat ini, disini dan sekarang ini. Aktif dalam pikiran dan perasaan serta menggunakan mata dan telinga sepanjang hari. Lalu dibutuhkan kesabaran, disaat seluruh sistem industri modern menekankan prinsip kecepatan yang sangat bertentangan dengan kesabaran.
Kemampuan untuk mencintai juga tergantung pada kapasitas kita untuk tumbuh dan mengembangkan orientasi produktif dalam berhubungan dengan dunia dan diri kita sendiri. Mereka yang memperhatikan cinta sebagai jawaban bagi masalah eksistensi manusiawinya, harus sampai pada kesadaran bahwa diperlukan perubahan radikal dan berani dalam struktur sosial jika menginginkan cinta bisa terwujud sebagai fenomena sosial, bukan fenomena marginal yang ada dalam diri personal.
seribu kata untuk ibu
by Yows (noreply@blogger.com) at December 25, 2011 05:42 AM
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas ibu.. ibu..
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas.. ibu.. ibu..
Seperti udara, kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas ibu.. ibu..
December 21, 2011
Yows, The Legendary of...
Sherlock Holmes: A Game of Shadows
by Yows (noreply@blogger.com) at December 21, 2011 07:18 AM
Dengan harga tiket bioskop yang setelah mendapat diskon untuk pelajar jika di kurs rupiahkan, setaraf dengan 90 ribu, maka kubuat catatan dalam hati untuk tidak sering-sering menonton film di bioskop. Tentunya jika ingin menonton bioskop sekali saja selama tinggal di Inggris, film itu adalah film asli inggris ini, Sherlock Holmes.
Sementara Premiere di London berlangsung seru karena menghadirkan para bintang tenar di filmnya dalam berbagai wawancara, premiere di Leeds berlangsung biasa-biasa saja, tidak ada antrian sampai ke pintu keluar bioskop seperti yang biasa terjadi di Indonesia, juga tidak ada poster yang besar tempat untuk berfoto ria. Namun demikian, pada jum’at malam ini ternyata kursi cukup terisi penuh. Film pun dimulai, sialnya tidak ada subtitle, karena sudah sewajarnya ini film Inggris yang bebahasa Inggris dan ditayangkan di Inggris, sehingga mereka tidak perlu subtitle bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia.
Di sini Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) harus berhadapan dengan musuh besar yang kecerdasannya setaraf dengannya yaitu Professor Moriaty (Jared Harris), yang dikisahkan adalah seorang Professor jurusan Matematika dari Cambridge University. Moriaty yang juga seorang pemilik pabrik senjata, ada dibalik berbagai kejahatan yang bertujuan memicu terjadinya perang dunia pertama, demi meraih keuntungan besar dari penjualan senjatanya.
Cerita dimulai dengan keterlibatan Holmes, tokoh detektif swasta yang terkenal dengan analisis yang tajam, kecerdasan dan pengetahunnya untuk menggagalkan salah satu kejahatan yang berasal dari Moriaty. Irene Adler (Rachel McAdams), wanita yang merupakan pasangan sejati Holmes, yang ditugaskan untuk misi itu oleh Moriaty harus berakhir dengan meminum racun.
Perseteruan antara Holmes dengan Moriaty pun semakin memanas, Holmes menyelidiki kejahatan apa yang sedang direncanakan oleh Moriaty. Moriaty mengancam dan merencanakan pembunuhan terhadap Dr. Watson (Jude Law) pada saat dia berangkat untuk perjalanan bulan madunya. Kereta yang mereka naiki dibajak, bulan madu Watson beakhir dengan istri barunya Mary (Kelly Reilly) dilempar ke sungai oleh Holmes dari atas kereta ketika melewati sebuah jembatan.
Dengan berbagai adegan perkelahian, yang seringkali dimulai dengan berbagai reka awal dan analisa oleh Holmes, corak film ini masih seperti film “Sherlock Holmes” sebelumnya serta film-film seperti “Snatch” dan “Lock, Stock and Two Smoking Barrels” garapan Guy Ritchie sebelumnya, dengan plot yang berpindah-pindah dengan cepat.
Ceritanya memang menyimpang dari cerita Holmes yang di buku atau yang sebelumya diadaptasi ke dalam berbagai film seri, dengan menghadirkan lebih banyak aksi dibandingkan analisis dan penarikan kesimpulan ala Sherlock Holmes. Bisa dikatakan ini adalah Holmes interpretasi dari Guy Ritchie dkk. Interpretasi yang menurutku menarik, menyenangkan dan mengundang gelak tawa. Secara umum, konflik dan intriknya tidak terlalu rumit sebagaimana seharusnya cerita detektif, akting tokoh Gypsy Simza (Noomi Rapace) juga terasa kaku dan tidak wajar. Sangat disayangkan peran artis di film “The Girl with the Dragon Tattoo” ini yang mungkin dipilih untuk memperoleh ke-Eropaannya. Namun aksen Robert Downer Jr cukup bagus dan aksen British Jude Law tetap brilliant seperti biasanya, sehingga tanpa subtitle banyak kata-kata yang lewat dari ditangkap telinga. Secara umum, tentu saja film ini layak ditonton demi mendapat hiburan segar dan pintar.
December 20, 2011
Okto Silaban - Labanux
Krisis Keuangan di Amerika itu Sebenarnya Gimana Sih? Ini Dia
by Okto Silaban at December 20, 2011 03:57 PM
Dulu saya mendapat informasi sepotong – sepotong soal kenapa ada Occupy Wallstreet (demo dimana – mana di Amerika), terus krisis keuangan di Amerika tahun 2008 silam (dan sekarang sepertinya terjadi lagi). Jadi kebanyakan nebak – nebak juga (dari hasil baca koran, nonton film dokumenter, dll). Nah animasi ini semakin memperjelas bagaimana semua proses itu terjadi.
Selamat menonton.
The Crisis of Credit Visualized – HD
[UPDATE]
Ada juga satu film full yang membahas tentang krisis ekonomi Amerika tahun 2008 tersebut, lebih detail lagi, lengkap dengan wawancara dengan pihak – pihak yang terlibat langsung. Saya tonton sekitar bulan Agustus lalu. Tadi malam mau nulis juga tapi lupa judulnya, baru inget lagi judulnya dari komentar di bawah : Inside Job. *terima kasih om Affan telah mengingatkan saya kembali
Di film Inside Job ini banyak istilah, nama – nama (perusahaan, orang), dan konsep yang mungkin tidak begitu populer di kalangan awam. Saya sendiri sempat mengulangi beberapa bagian untuk bisa mencernanya (dan sekarang pun lupa lagi) hahaha.. Animasi seperti di atas itu ada juga di film ini, tapi lebih detail seingat saya.
December 14, 2011
Okto Silaban - Labanux
Indonesia di Front Page Reddit.com
by Okto Silaban at December 14, 2011 06:14 PM
Jarang – jarang berita tentang Indonesia nyampe di halaman depan Reddit, kalaupun ada biasanya bukan bernuansa positif. Hari ini sepertinya begitu juga.
*klik gambar untuk masuk ke tautan di Reddit
December 13, 2011
Okto Silaban - Labanux
Manajemen vs Pernak – Pernik
by Okto Silaban at December 13, 2011 01:47 AM
Sebuah perusahaan bisa memiliki komputer yang baru, meja kerja yang baru, kursi yang ergonomis, atau malah kantor baru sekalian, ditambah aneka permainan digital yang mengasyikkan.
Tetapi jika kultur, kebiasaan organisasi dan manajemen yang berantakan -nya tetap saja berlangsung, percuma.
Tapi ya.., selama manajemen yang berantakan itu secara de-facto tetap menghasilkan pundi – pundi uang yang nilainya tidak sedikit, apa mau dikata. Pada dasarnya ini adalah bisnis, yang obyektif nya adalah di akhir tiap periode, saldo di rekening perusahaan harus makin bertambah.
December 12, 2011
Yows, The Legendary of...
kesetaraan
by Yows (noreply@blogger.com) at December 12, 2011 05:54 PM
December 08, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at December 08, 2011 11:21 PM
Makin bertambah umur, makin akrab dengan makna kehilangan. Bisa jadi karena orang dewasa lebih mengerti “kerugian” yang timbul akibat kehilangan daripada anak kecil. Kalau ditanya siapa orang yang paling tidak ingin kau lepaskan? Tentu jawaban pertama adalah keluarga; ayah, ibu, adik-adik. Kemudian ada teman dan pasangan yang senantiasa “merecoki” kehidupan sehari-hari kita. Ketika ditanya lebih jauh, siapa yang paliiiingggg tidak ingin kau lepaskan? Maka kebingungan mulai melanda. Apalagi ditambah embel-embel “tapi ternyata mereka pergi juga”.
Teman datang dan pergi. Kadang bukan karena mereka suka, tetapi karena jalan sudah tak bersisian lagi. Setamat sekolah yang satu melancong ke sana, yang lain melenting ke sana kemari. Hubungan tetap baik meski tidak seintensif sebelumnya. Tak apa. Yang penting tidak backstabbing berantem.
Pasangan, bila sudah tercapai masa kadaluarsanya, maka ia kemungkinan akan jadi lebih asing, sampai masa tertentu. Lalu kita akan mencapai titik pemahaman untuk tidak saling mengganggu teritori masing-masing. (lo kata gangster?!)
Maka hubungan yang tidak bisa ditiadakan adalah hubungan darah. Sejauh apapun hatimu dari keluarga, akan tetap ada “kewajiban-kewajiban” yang mengharuskanmu kembali pada mereka. Hanya takdir yang bisa memisahkan kalian.
Kedua nenek saya pergi ketika saya masih belum bisa jadi apa-apa. Sampai saat ini itulah salah dua penyesalan terbesar. Waktu bertindak kejam karena saya sering mengabaikannya. Nampaknya usaha terbesar manusia adalah berdamai dengan penyesalan-penyesalan yang ditimbulkan kebodohannya sendiri…
December 06, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at December 06, 2011 10:27 AM
Something you have to forgive someone for?
Their expectations, because oh because i’m falling quite hard over you expectation kills maifreeeenn.
Something you hope to do in your life?
Break Michael Fassbender’s heart *ditabok*
Something you hope you never have to do?
Kill zombies.
.
Why so serious, eh?
December 05, 2011
Okto Silaban - Labanux
Profil Tech-Biz (mobile, internet, games) di Indonesia dan China
by Okto Silaban at December 05, 2011 01:55 AM
Heboh dengan Blackberry dan iPhone padahal duit yang sebenarnya berasal dari featured phone, henpon – henpon dibawah 1jt-an, karena kelas “elit” ndak mau beli barang digital, udah pinter cari gratisan. Lagian persentasi pengguna henpon low-end & featured phone itu 80% lebih dari seluruh pengguna henpon di Indonesia.
Kurang lebih begitu yang saya tangkap dari Andy Zain sewaktu dia jadi pembicara di salah satu seminar (CMIIW). Dan saya mengganguk setuju dalam hati waktu itu.
Tadi ketemu tulisan ini, membahas tentang “dua sisi” tech-biz di China, dan jika disandingkan dengan materi Andy Zain tadi, sepertinya memang kondisi market Indonesia dan China mirip. Saya rasa kalau di Indonesia ada yang menggali lebih dalam, hasilnya bakal sama seperti tulisan ini.
Enjoy : http://techrice.com/2011/06/07/the-story-of-wl-chinas-great-internet-divide/
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at December 05, 2011 01:52 AM
Graduation goggles: the relief and nostalgic feeling one has about a time in their life when it is about to end, even if the time was completely miserable.
Saya pertama kali mendengar istilah ini dari HIMYM S06E20, The Exploding Meatball Sub. Ketika mencoba mengingat-ingat, benar saja, sudah beberapa kali perasaan tsb muncul. Masa SMA mungkin tidak bisa dijadikan contoh karena sebenci apapun terhadap proses pembinaan dan tetek bengek senioritas rutinitas keras nan membosankan, saya punya teman-teman yang hebat dan guru-guru yang menakjubkan.
Errr.. tapi bisa jadi sih ini termasuk graduation goggles. Toh saya memang rindu masa lugu, naif, ketika optimisme masih berada di titik puncak, satu-satunya hal yang ditakuti adalah senior yang ganas Padahal kalo lebiiiiiihhhhh diingat-ingat, betapa menderitanya detik-detik menjelang UAN, tiap tahun khawatir bisakah mencapai nilai standar, atau sekedar olahraga jantung saat terlambat apel pagi.
Graduation goggles, like with high school. It’s four years of bullies making fun of all the kids with braces, even after the braces come off and they can walk just fine. But then, on graduation day, you suddenly get all misty because you realize you’re never going to see those jerks again. –Robin
Yeah, beberapa bulan setelah tamat SMA saya memang mengalami momen I will remember youuuuu~ Wajar lah ya. Memang cukup menyenangkan kok masa-masa itu. Setidaknya bisa lumayan beradaptasi.
.
Ilustrasi singkat di atas menjadi pemanis bahasa (baca: excuse) tentang hal yang harus saya maafkan pada diri sendiri. Kalo Landon Pigg bilang I can’t let go oh i can’t let go of you, maka bagi saya kata you mengacu kepada past. Saya punya kecenderungan terikat pada masa lalu hal-hal yang sudah seharusnya dilepas. Kadang masih dalam tataran normal, seringnya malah terdengar bodoh bila diceritakan ke orang lain.
Misal nih, beberapa detik keraguan saat akan menghapus nomor mantan menghibahkan beberapa baju lama kesayangan yang dibeli & dipakai saat masih sedikit lebih kurus liburan. Ilusi bahwa bulan puasa tahun depan baju tsb akan bisa saya pakai dan rasa sayang memang sempat membuat ragu, tapi suara tajam di kepala “TURUN SEKILO NAIK TIGA KILO” berhasil membuat akal sehat bekerja. Terimakasih Tuhan.
Silahkan anda putuskan contoh di atas normal atau bodoh atau normal dan terdengar bodoh. Hehehe.
Tingginya frekuensi mengalami momen mirip graduation goggles bisa membuat kepercayaan diri menurun, kemampuan membuat keputusan melemah, dan omelan teman serta dijauhi rekan karena kebiasaan mengulas masa lalu hal-hal yang seharusnya sudah dilepaskan dan tak usah sering dibicarakan lagi.
Uh oh. Bahaya kan? Kabar buruk bagi pengidap chronic graduation goggleser *halah*. Salah-salah malah dituduh terkena post power syndrome. Tuaaaaa
Kabar baiknya, baru-baru ini pun sepertinya saya kembali mengalami graduation goggles. Ga kapok juga. Yang berarti, bila ada di antara teman-teman yang hobi mengenang masa lalu hal-hal yang seharusnya tak usah sering diingat-ingat lagi, kamu tak sendiri kok. Ada akyuu di sini~
Mari maafkan saja sifat satu ini lalu terima dia sebagai bagian dari diri kita. Makin ditolak, makin merajalela dia. Perkara keputusan menyangkut masa depan sangat dipengaruhi sifat ini, ingat, yang paling penting restu orang tua. Bila restu mereka menyertaimu, ditambah saran beberapa pihak yang kompeten (jangan banyak-banyak, cukup 2, 3,4. Lebih dari 4 mah harom! Bikin bingung!
), dan yang paling utama, semangat dan kefokusan untuk membuat keputusan ini benar insya Allah jalannya lancar.
LAGI NGOMONG SAMA CERMIN, DES?!
December 02, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at December 02, 2011 02:28 PM
… “to over think things to the point of it either being annoying or ruining your relationships with people.“~
Bahasa gampangnya; berburuk sangka. Atau bisa jadi terlalu berbaik sangka karena takut memikirkan yang sebaliknya. Bingung?
Contoh: kamu punya waktu satu minggu untuk menyelesaikan sebuah proyek. Beban terlalu banyak untuk ditanggung sendiri. Seseorang menawarkan bantuan. Kamu terima dengan janji tiga hari dia akan menyelesaikan bagiannya untuk kemudian kamu evaluasi, akan diadakan perbaikan bila perlu. Empat hari kemudian dia belum menghubungi. Kamu mulai kesal, menggerutu dan mengutuki dia yang tidak bisa memegang perkataan sendiri, tidak profesional, dan kamu berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi memakai jasanya. Tengah malam ia menghubungimu, meminta maaf sekaligus meminta waktu tambahan. Pukul 2 siang ia akan mengirimkan hasilnya padamu.
Hari kelima, jam 5 sore, kamu masih ketar-ketir menanti bagian bolong yang belum ada. Otakmu kini merancang berbagai excuse yang menyebabkan keterlambatan janji seseorang tadi. Yang hambatan ini lah, itu lah, sampai keadaan kesehatannya yang memang kurang baik sebulan belakangan ini.
“Ah mungkin kucingnya lagi sembelit.”
“Oh, mungkin neneknya minta diantar ke reuni 3 hari 3 malam”
“Hmmm… tetangganya sedang ada hajatan. Bisa jadi suara organ tunggalnya begitu mengganggu konsentrasi”
“Ia orang yang sensitif. Carut marut dunia politik dalam negri mungkin mempengaruhi keseimbangan batinnya.”
“Sapi bisa terbang. Ia terlalu takjub dengan fakta yang baru diketahuinya ini.”
Baik sangka sekali kan?
Akhir cerita, proyek rampung dengan satu bagian bolong tadi diajukan tanpa evaluasi. Syukurnya tidak ada hambatan berarti. Semua senang, tapi kesehatan mental satu pihak diragukan keseimbangannya.
True story bro.
.
Setiap orang pasti pernah overanalyze. Kalo contoh di atas belum mengena, coba ingat hubungan anda di masa lampau. Seberapa sering masalah timbul karena berbagai prasangka yang mencuat. Yang cewek-cewek paling sering nih. Sampai dijuluki ratu drama pun bukannya sadar malah bangga *buang muka*
We do overanalyze something because we care THAT much so we want it goes perfectly.
Iyaaa ke?
No. I often overanalyze many things because it’s fun fun fun.
Masokis.
And that’s, my friend, the story of how i met my printer guy one thing i hate about myself.
Overanalyze, bukan masokis.
Beuh.
December 01, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at December 01, 2011 01:53 AM
Banyak yang bisa diperingati di tanggal 1 Desember ini. Hari AIDS sedunia, hari lahirnya Organisasi Papua Merdeka, hari Muhammad Hatta mundur dari jabatannya sebagai wakil presiden (hail twitter! Tempat potongan informasi berseliweran, dan tidak membuat saya seratus langkah lebih pintar). Pada tanggal ini beberapa tahun lalu, banyak orang besar terlahir ke muka bumi. Sebut saja Brad Delson, John Schlimm, Billy Childish, Pierre Arditi, Georgios Kasassoglou, dan masih banyak lagi. Siapa mereka? Ga tau. Saya juga nyontek wikipedia yang sedang minta sumbangan .
Poinnya, setiap hari selalu ada peristiwa “besar” terjadi. Tinggal masalah keberuntungan (kerja keras, doa, terserah bagaimana anda menyebutnya) saja, apakah kita terlibat di dalamnya. Anda ingin mencatatkan nama dalam sejarah? Gampang. Hiduplah sebenar-benarnya hidup setiap hari. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, tapi siapa sih manusia yang mau jadi gajah?
.
Cukup melanturnya. Kali ini saya ingin menasbihkan janji (cieeeeee) untuk mengikuti proyek Desembernya Fhia. Sederhana, cukup menulis satu postingan setiap hari selama bulan Desember dengan tema yang telah ditetapkan (oleh Fhia sendiri? Saya ga tau. Lupa nanya
). Awalnya ragu mau ikut atau tidak. Selain masalah laten nan klasik; kecendrungan tidak suka berkomitmen, takut terserang penyakit malas akut, atau ehem.. prokras, saya khawatir dengan penjabaran tema per hari yang nantinya akan makin mengekspos diri sendiri. Jadi ga anonim lagi dong
HAHAHAHAHAHA *ketawa sarkas*
Tapi semua keraguan di atas disapu bersih oleh angin segar berlabel “iseng“. Dan inilah salah satu hal yang saya cintai tentang diri sendiri, yang sesuai dengan tema pertama “something you love about yourself“. Sebenarnya ada banyak. Mulai dari kegantengan, kedermawanan, keloyalan, keramahan, kesabaran, sampai kedigdayaan yang niscaya menjadikan saya sebagai menantu idaman Mr. Fassbender
Nah, who am i kidding? Saya cuma berusaha melucu, dan sepertinya gagal. Mohon maaf, kadar kelucuan sudah menurun drastis. Sekarang kan udah dewasa. Orang dewasa harus serius.
HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA *ketawa lebih sarkas*
Apa yang kau sukai tentang dirimu, simpan saja di dalam hati sembari berdoa ia tetap seperti itu. Sekali saja kau bisikkan pada udara bebas, ia akan meneriakkannya ke penjuru dunia. Kau tau kan manusia berubah, disadari atau tidak. Dan ketika kau meratapi dirimu yang tak seperti dulu lagi, ketika usia memaksamu menjadi orang yang tak kau sukai, perlahan dunia memantulkan bagian dirimu (yang sangat kau sukai) yang kini telah hilang darimu.
Maka kau akan makin larut dalam kehilangan. Perkara akankah ia kau raih kembali atau kau biarkan dirimu berkubang ratapan, semua terserah padamuuuu aku begini adanyaaaa~
.
Iya, iya, aroma curcol memang kental.
November 22, 2011
Roby Nurismartian
admin
by admin at November 22, 2011 04:50 AM
Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!
Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.
“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.
”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis
” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.
source : http://adriannugraha.wordpress.com/2010/01/08/patut-dijadikan-anutan-nih-biar-bahagia-dunia-akhirat/
November 20, 2011
Desti Utami - D Articles
Homeland
by Takodok! at November 20, 2011 03:04 AM
Jajaran pemainnya bikin bingung. Pertama nonton, MUKANYA KOK ITEM SEMUAAAA? Cuma ngeh dengan David Schwimmer dan Simon Pegg. Histeris liat kelebatan Michael Fassbender. Ih jedar-jedornya keren, kencengin volume. Sekalian menghalau maling. Iya, saya nonton di tengah malam dan masih parno dengan peristiwa minggu lalu. Sudah 4 hari ga bisa tidur nyenyak
*loh kok malah curcol*
Tonton ulang, mulai ngerti ini siapa, apa pangkatnya, who run into enemies like a boss [insert troll face here]. Mulai whooaa whoaaa lirik-lirik yang ganteng lalu cari profilnya di wikipedia. And yes, i fell into new eye candy; Damian Lewis!
Luntang-lantung di google cari info film apa saja yang sudah dibintangi. Ya ampun! Sudah pernah nonton Dreamcatcher kok ga ngeh ada Om Damian ya? Maklum, belum cinta sih. Lalu ketemu fansite-nya, eh ada info TV Series terbarunya. Lirik jalan ceritanya, ah cukup “standar”. Mirip-mirip Brothers (2009). Ayolah kita coba saja liat…
Baru tayang 2 oktober 2011 dan sejauh ini sudah ada 7 episode. Episode Pilot-nya cukup menjanjikan sodara-sodara! Bercerita tentang tentara Amerika (marine, diperankan oleh Damian Lewis) yang telah hilang 8 tahun di Irak, dinyatakan meninggal, tapi ternyata ditemukan masih hidup. Pulang-pulang disambut sebagai pahlawan karena bisa bertahan selama itu dalam sanderaan teroris. Tapi tidak semua senang dengan kembalinya sang pahlawan. Ada istri yang gamang, teman baik yang canggung (cheater! Eh ga ding
), dan seorang agen CIA (diperankan dengan sangat oke oleh Claire Danes) yang curiga si tentara sudah berubah :’( tak seperti yang dulu lagi syalalalala membelot.
Cukup menjanjikan ya? Mudah-mudahan ceritanya tetap bagus, mudah-mudahan koneksi saya juga makin lancar
Nah yang ini selingan dari kehiperaktifan aktivitas fangirling. Idiiih.
Selayaknya film romantis asal Korea dengan aktris cantik binti imut dan aktor ganteng tinggi hampir selalu berkostum jas, film ini cukup menghibur dengan santainya. Tidak meletup-letup, tidak banyak adegan komikal ataupun sedih berurai airmata. Setting perpustakaan cukup menarik dan membuat saya makin iri karena sepertinya nyaman dan lengkap sekali.
Jalan cerita mah standar lah ya. Cowok ditinggal pacarnya, dibantu cewek lain yang juga lagi patah hati untuk menuntaskan ilusi dan obsesinya, lalu mereka akhirnya saling jatuh cinta. Plok plok plok! Detilnya silahkan tonton sendiri
Heartwarming yak. Apalagi pas adegan Chris John Martin ketemu Johny, Will & Guy di tengah padang rumput, rasanya ingin ikut lompat-lompat. Sempet juga liat video konsernya di Madrid akhir Oktober kemarin. Meriah tata panggung, pencahayaan dan ada kembang apinya. Penontonnya pun cantik-cantik *melenceng*
Lagi kebanyakan waktu luang, des? AH NGGAK KOK! Kan dalam program pelestarian spesies Stressus procrastinatus.
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
November 11, 2011
Eko Putra
Epu
by Ekoputra Arif Budiman at November 11, 2011 10:52 PM
Halo FM lovers, Baru selesai satu musim dengan memainkan Juventus F.C. tapi Wonderkids dah banyak bertebaran kedetect ma scout ane. So wajib di shre dong kalo gitu . Ini Artupoke’s 11 wonderkids list yang patut dicoba. GK – Luis Guilherme umur 19, Botafogo. Masih nggak terlalu bagus kalau langsung beli. Tapi melihat potensial ratingnya 4. […]
Okto Silaban - Labanux
Sebelas Sebelas Sebelas
by Okto Silaban at November 11, 2011 04:11 AM
Diposting tepat pukul 11.11 tanggal 11/11/’11. #abaikan
Btw, blog ini sudah berusia 7 tahun ternyata.. #abaikanlagi
November 09, 2011
Eko Putra
Epu
by Ekoputra Arif Budiman at November 09, 2011 10:46 PM
Hallo FM Lovers, Posting ini sengaja dibuat untuk jadi tempat ngumpulin segala tips dan trik di FM 2012. Akan di update selalu. Jika ada yang mau sharing tips mengatasi permasalahan FM 2012. Boleh di share dimari. Siapa tahu ada FM lovers yang butuh atau sebaliknya, kalau ada yang nanya monggo tanya di comment dibawah ini. […]
November 05, 2011
Eko Putra
Juventus (Overview_ Profile)
by Ekoputra Arif Budiman at November 05, 2011 07:10 AM
Halo FM lovers, Sepertinya sudah banyak ya, yang sudah maen FM 2012 saat ini, bahkan rata rata sudah update ampe 12.03. Yup, akhirnya saya menjadi salah satu dari FM lovers yang sudah memainkan FM 2012. FM tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya, apabila tahun lalu FM 2011 sudah beredar versi “sawah”nya terutama versi rusia. […]
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at November 05, 2011 12:20 AM
Dua minggu belakangan ini hampir sepanjang hari hujan deras mengguyur kota Padang dan tampaknya Sumbar secara keseluruhan. Hujan juga menyebabkan longsor di beberapa titik di Sitinjau Laut, jalur utama yang menghubungkan Padang-Solok dan kalau mau pulang ke Jambi juga pasti lewat sini. Tapi berhubung kali ini saya tak pulang, ya sutra lah *eh*
Hujan. Hujan. Hujan. Saya suka. Tapi bila terlalu tinggi intensitasnya tak urung saya rindu matahari juga, dari mulai sebab kecil (pakaian tak kunjung kering) sampai banyak kegiatan yang terpaksa dipangkas karena alasan cuaca. Dan kemarin sore, seorang teman membawa berita lain yang masih berkaitan dengan hujan. Ya, tentang musibah yang menimpa salah satu kabupaten di Sumatra Barat.
Ketidakpedulian pada pemberitaan di media televisi membuat saya terlambat mengetahui berita banjir yang melanda Pesisir Selatan, Sumbar. Beberapa jam sebelumnya saya hanya sempat melihat selintas hashtag #pedulipessel berseliweran di timeline twitter. Selintas, yang memang hanya sedikit sekali.
Entah banyak atau sedikit, yang penting bantuan untuk para saudara kita di pesisir Selatan bisa tersampaikan dengan cepat dan mudah-mudahan tepat. OKI, bila di antara teman-teman yang membaca tulisan ini ingin turut membantu, bisa melalui gerakan yang digagas Save Street Child Padang, Komunitas Blogger Palanta, dan Komunitas GatheringIS yang diberi nama Komunitas Peduli Pessel. Berikut saya kutip tulisan di web Palanta:
.
Komunitas ini akan menampung dan akan membantu menyalurkan bantuan berupa Makanan, Pakaian Bekas Layak Pakai dan lain-lain dari teman-teman semuanya. Bantuan dapat diantarkan langsung ke Posko :
Jalan Tarandam VI No. 4 Padang – Sebelah PMI Sawahan Padang
Atau juga dapat dilakukan melalui rekening :
BNI A/N GEMALA AYU : 0051-0893-43
CP :
- 0813-3471-2961 (Ayu – Save Street Child Padang)
- 0856-6900-4118 (Hatta – Save Street Child Padang)
- 0856-6904-8797 (Rian – Komunitas Blogger Palanta)
- 0831-8133-0815 (Annisa – GatheringIS)
Bantuan dan dukungan kita semua akan sangat berarti untuk saudara kita yang terkena musibah di Kabupaten Pesisir Selatan.
.
November 02, 2011
Okto Silaban - Labanux
Auto Completion “Kenapa …” di Google
by Okto Silaban at November 02, 2011 08:17 AM

November 01, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at November 01, 2011 10:30 AM
Ia memang retak, cantik, kesayangan walau berbahaya. Ia mewakili periode hidup yang tidak terlalu ku banggakan, yang sudah mengajari banyak hal. Bagiku ia adalah simbol kehidupan yang pernah ku dambakan setengah mati. Khayalan mengawang-awang karena terlalu malas berusaha keras.
Cantik, aku selalu berpikir bahwa sampai kapan pun kamu akan ku pertahankan. Karena kamu satu-satunya tali penyambung ke warna-warni mimpi tanpa perlu usaha selain tingginya imajinasi.
Tapi taukah kau, Cantik, hari itu aku terhenyak ketika ibu berkata, “Ini sudah pecah. Buang saja ya?”
“Jangan!” sentakku. “Itu hadiah.” lanjutku dengan suara tercekat.
Ibu terdiam.
Lalu aku menyesal. Menyesal karena tingginya nada suaraku. Menyesal karena merasa beliau benar. Mimpi yang rusak sudah seharusnya dibuang saja. Masa kadaluarsa keegoisan masa kanak-kanakku sudah tiba. Kau bukannya tidak penting, hanya saja ada mereka yang lebih mendesak untuk ku perhatikan.
Ah, alasan cemen. Baiklah, Cantik. Aku jujur saja. Kau memang tidak penting. Kau retak, rusak, dan membahayakan masa depanku.
Selamat tinggal cantik. Aku membuangmu dari hidupku. Bila nanti kita berjumpa lagi, pastikan kau mempersiapkan diri melihatku jauh lebih hebat tanpamu.
October 31, 2011
Yows, The Legendary of...
25 jam sehari
by Yows (noreply@blogger.com) at October 31, 2011 12:11 AM
October 12, 2011
Eko Putra
Epu
by Ekoputra Arif Budiman at October 12, 2011 09:39 AM
Hello FM Lovers, Apa kabarnya semua ? masih betah maen FM 2011. Anyway, jika ada yang masih betah maen FM 2011 dan ingin memainkan FM 2011 dengan update transfer paling baru. Mungkin FM Lovers bisa liat ke blognya Football manager punya agan Handy di sini. As you know, FM2012 akan mulai kita nikmati 21 Oktober […]
October 09, 2011
Desti Utami - D Articles
fav movies
by Takodok! at October 09, 2011 01:46 AM
Sewaktu belajar bahasa Inggris semasa SD dulu, hobi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan saat senggang. Bila ditanya apa hobi saya, biasanya saya menjawab, “Reading and watching TV, miss!”
Beranjak SMP jawaban atas pertanyaan hobi tadi terpangkas menjadi membaca saja. Terdengar pasaran memang, tapi mau apalagi.. kenyataannya memang demikian. Hobi resmi saya ini bertahan sampai SMA dan pertengahan kuliah. Sekarang? Nampaknya sudah bergeser menjadi menonton film. Lebih santai dan bisa dilakukan sambil menyetrika, masak indomie, mengerjakan laporan, atau jadi pengantar tidur
Bila bisa dilakukan sambil mengerjakan berbagai pekerjaan maka film itu (bagi saya) masuk kategori film ringan atau film favorit (karena sudah diputar berulang-ulang sampai hapal dialognya).
Kategori berikutnya adalah film penyedot perhatian, yang tidak bisa di-multitasking-kan. Akhir-akhir ini saya jarang menemukan film kategori ini. Maka senang sekali rasanya saat bertemu film jenis ini. Dan berikut adalah tiga film plus dua serial yang masuk kategori penyedot perhatian:

Ketiganya pilihan acak dan sama sekali tidak mengecewakan. Dua film pertama, Haeundae/Tidal Wave & Fair Game, adalah pemanasan bagi film ketiga, Conspiracy.
Haeundae/Tidal Wave adalah film produksi Korsel, laris, bercerita tentang ancaman tsunami di kota wisata tepi pantai berbumbu konflik beberapa penduduk-turis-profesor ahli bencana *halah*. Sebagai penduduk kota tepi pantai yang juga berpotensi bencana, saya cukup berjengit di beberapa adegan. Beberapa tahun sebelumnya mungkin saya akan sebal setengah mati pada tokoh otoritas pemerintahan dan menganggap si profesor sebagai pahlawanyang disepelekan. Sekarang, coba aja didatangi orang yang ujug-ujug bilang, “Rumah lo bakal diguncang gempa 9SR! Patahan di sekitar kepulauan mentawai! Tsunami! Bla bla bla bla”, sebagai masyarakat awam (plus pribadi yang denial) otomatis saya akan mengabaikan seruan orang pintar ini dan berujar, “Ya kalo ajalnya mau gimana lagi…” Tentu, orang yang ada di posisi penentu keputusan semestinya lebih pintar dan bijak karena ia dibekali berbagai ilmu yang bisa membantunya menentukan langkah terbaik bagi masyarakatnya.
Cakep banget yak kalimat barusan?
*perlahan aroma serius menguap*
Film kedua, Fair Game, diangkat dari kisah nyata seorang mantan agen CIA berkaitan dengan invasi Amerika Serikat ke Irak. Banyak detil yang tidak terlalu saya pedulikan dan kehadiran Sean Penn semata yang mendorong saya menonton film ini.
Sedangkan film ketiga, Conspiracy, adalah salah satu film terbagus yang pernah saya tonton. Selama 96 menit disuguhi “reka ulang” suasana Wannsee Conference, pertemuan para petinggi Nazi untuk menentukan langkah yang akan mereka lakukan kepada para keturunan Yahudi. Saya tidak familiar dengan banyak nama (cuma pernah dengar Heydrich), apalagi banyak detil yang entah benar fakta atau imajinasi pembuat filmnya saja. Tapi, selayaknya film-film bagus, ia menarik perhatian penonton dan membuat mereka mencari tahu lebih jauh tentang berbagai detil yang menarik sepanjang film.
Kesimpulan:
- Kenneth Branagh keren. Kesan pertama pas nonton Harry Potter and The Chamber of Secrets yaitu Profesor Lockhart yang konyol begitu melekat di mata saya sekarang berganti menjadi k-e-r-e-n.
- Stanley Tucci cocok jadi penjahat bermuka lempeng. Sesuai lah perannya di The Lovely Bones.
- Ada Colin Firth. Kyaaaaaa!
- Selalu menyenangkan melihat aktor favorit di peran-peran awal mereka. Saya ngomongin Tom Hiddleston yang di film ini cuma muncul beberapa detik sebagai operator telepon.
- Orang Jerman sinting. Efisiensi dan komitmen pada pekerjaannya itu lho.. mengerikan *peluk mas Michael Fassbender*
Aduh. Sudah kepanjangan. Padahal masih ada dua serial yang belum digosipin dibahas. Singkat saja, How I Met Your Mother season 7 sudah sampai episode 4 (yang beredar ilegal
) dan setiap episode quoteable. Supernatural season 7 sudah sampai episode 3, dan uh.. trio Dean-Sam-Castiel ini masih labil saja *eh*.
Nah, minggu depan nonton apalagi ya? Ada saran?
September 28, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at September 28, 2011 03:56 PM
Zikir itu artinya mengingat. Bukan yang disebut-sebut setiap habis sholat itu saja. Zikir dilaksanakan hanya pada tiga hal: saat berdiri, saat duduk, dan saat berbaring. Nah, berenang itu dikategorikan berbaring lho bapak-bapak. Jadi sambil berenang ya berzikir juga. Pas berdiri sedang manggaleh (berjualan) di pasar juga hendaknya sambil berzikir. Sewaktu sedang duduk-duduk santai sambil bergosip ya disambi zikir juga. Ya, ibu-ibu?
Zikir bukan tentang selalu menyebut nama Allah di mulut saja. Umpanya begini.. ada sepasang pengantin baru. Sebelum berangkat ke sawah sang suami berpesan ke istrinya, “Ingat-ingatlah uda yang karajo di sawah yo diak.”
“Yo, da” kata istrinya. Lalu baru saja sang suami keluar rumah, istri lalu berlari ke jendela, menatap punggung suaminya sambil berujar, “Suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, suami ambo karajo di sawah, (x33)”.
Bukan begituuu maksud suami, kan ibu-ibu-ibu, bapak-bapak?
– Pak Ustad entah siapa namanya, ba’da maghrib, di sebuah masjid di Pasar Raya
.
Kesuksesan itu hanya 30% yang berasal dari kita pribadi. Selebihnya di tangan orang lain. Makanya jangan sungkan minta bantuan orang ya, nak?
– Ayah yang mengutip Hatta Rajasa, di sebuah pagi cerah yang berbanding terbalik dengan suasana hati
.
Kok cepet banget naiknya house value-mu? Ngepet yo?
– Seorang teman via twitter, TheSimsSocialOD juga
.
Hidup memang terasa lebih bewarna kalau kita mau sedikit saja menajamkan perhatian pada lingkungan sekitar. Pemahaman mungkin terbatas, tapi kesungguhan hati pasti suatu hari diganjar setimpal juga. Tetap percaya pada hal ini yang mungkin bisa membantu kita melewati hari-hari yang tidak selalu lancar.
Oh, yang barusan ucapan saya kok. Tumben ya (sok) bijak? Ah, pada dasarnya semua manusia punya wisdom masing-masing, sebangke apapun.
Percaya, kan?
September 23, 2011
Yows, The Legendary of...
pesan moral
by Yows (noreply@blogger.com) at September 23, 2011 04:41 AM
September 17, 2011
Eko Putra
Epu
by Ekoputra Arif Budiman at September 17, 2011 06:50 AM
Hallo FM Lovers, Seperti Retweet saya ( Ya pemirsa, saya sudah mengenal twitter kok), FM 2012 secara resmi akan diluncurkan pada tanggal 21 Oktober 2011. Ya mengingat dunia internet saat ini yang begitu menggelora. Tampaknya tanggal segitu juga sudah ada FM lovers Indonesia yang sudah memainkannya di PC/Laptopnya. Kalau bisa beli yang asli ya (kalau […]
September 15, 2011
Yows, The Legendary of...
edensor
by Yows (noreply@blogger.com) at September 15, 2011 03:58 PM
September 11, 2011
Desti Utami - D Articles
sims
by Takodok! at September 11, 2011 03:36 AM
Awalnya saya termasuk barisan pencibir mereka yang bermain The Sims Social di facebook. Padahal itu karena kedengkian semata akibat koneksi yang tidak memungkinkan untuk turut serta dalam keriaan permainan yang adiktif ini. Namun sejak 4-5 hari lalu saya berpindah haluan menjadi salah satu yang berujar;
maaf ya… saya lagi sibuk main sims social di facebook *dibakar massa* (Ira Hairida, mahasiswa baru sebuah perguruan tinggi di Sumatra Selatan)
Apa yang membuat permainan ini menarik? Banyak. Salah satunya adalah kemiripan dengan berbagai permasalahan hidup;
- mulai dari kesempatan yang terlewat begitu saja,
- keharusan memilih antara keinginan dan kebutuhan (butuh 20 Muse untuk membuat rak buku demi memenuhi Quest sedang di saat bersamaan butuh sekian Muse untuk unlock skill Art. Pret dah ah!),
- cinta ditolak (sampai saat ini belum ada yang bersedia diajak dating. Huh. Dan oh, flirtingan lebih mempan ke sims cewek ketimbang cowok oh entah mengapa, merasa kalah ganteng dari saya barangkali
), - sampai keberuntungan, eh kesempatan yang belum berpihak sekeras apapun kita sudah berusaha (snag melulu kakaaaaaaakkkk). Kadang aku ingin menyerah saja tapi apa daya aku tak kuasa. Perih Alfonsooooooooo!
Oke. Kebanyakan curcol.
So yeah, saat ini saya lagi sibuk menata hidup. Di The Sims. Wish me luck!
August 21, 2011
Desti Utami - D Articles
extremely loud and incredibly close
by Takodok! at August 21, 2011 09:52 AM
I had a productive weekend. Yay!
Aish. Siapa juga yang ingin saya kibuli? Produktif dalam bersenang-senang maksudnya. Sudah cukup lama tidak melakukan kegiatan yang membuat saya tetap waras; nonton & baca buku. Yep, prioritas sudah bergeser. Kasian ya? Hibah kulkas dong.
Seperti biasa, saya ingin membagi sumber kesenangan saya dua hari belakangan ini. Siapa tau bisa menginspirasi para pembaca. Menginspirasi untuk leyeh-leyeh dan bersenang-senang. Nyahaahahahahahahahaha!
Psstt! Behave! Gaya-isi tulisan kok ga sesuai dengan template blog.
Baiklah. Yang pertama; akhirnya bisa menyelesaikan buku ini. Yay! Total 4 bulan waktu yang saya perlukan untuk mengunyahnya. Lama banget sih? Soalnya dibaca sebagai sambilan mengerjakan 16 halaman yang hasilnya bagai neraka ini itu. Kabar baiknya; makin jatuh cinta dengan tulisan Jonathan Safran Foer.
Oke, memang baru baca dua buku dengan genre yang cukup berbeda jauh. Yang satu nonfiksi-ilmiah-berbau sosial kesehatan & psikologi, yang lain fiksi-drama. Bila di Eating Animals saya cuma mengangguk-angguk sembari mengernyit kurang setuju di beberapa bagian, maka di Extremly Close and Incredibly Close emosi saya bagai dilontar ke atas trampolin. Ketika saya kira tidak bisa melambung lebih tinggi, nyatanya (emosi) saya terlempar jauh ke atas lalu jatuh-naik-jatuh-naik lagi dan beku di udara sesaat. Kemudian terlihat pemandangan dari sudut yang saya pikir tidak akan saya temui lagi.
Bingung? Mau tau sensasinya? Coba lompat dari lantai 37 tanpa parasut. Tapi sebelumnya coba janjian dengan Superman atau Spiderman sebagai tim pencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan Batman, doski lagi sibuk syuting dengan mas-masnya saya; Joseph Gordon-Levitt & Tom Hardy.
Hehe.
Kalau mau tau cuplikan favorit saya silahkan ke sini. Atau yang terbaru;
How could anything less deserve to be destroyed? I thought we would be awake all night. Awake for the rest of our lives. The spaces between our words grew.
It became difficult to tell when we were talking and when we were silent. The hairs of our arms touched.
It was late, and we were tired.
We assumed there would be other nights.
Anna’s breathing started to slow, but I still wanted to talk.
She rolled onto her side.
I said, I want to tell you something.
She said, You can tell me tomorrow.
I had never told her how much I loved her.
She was my sister.
We slept in the same bed.
There was never a right time to say it.
It was always unnecessary.
The books in my father’s shed were sighing.
The sheets were rising and falling around me with Anna’s breathing.
I thought about waking her.
But it was unnecessary.
There would be other nights.
And how can you say I love you to someone you love?
I rolled onto my side and fell asleep next to her.
Here is the point of everything I have been trying to tell you, Oskar.
It’s always necessary.
I love you,
Grandma
.
Agak tidak adil ya kalau cuma pamer kutipan favorit tanpa menyertakan ringkasan ceritanya? Buku ini bercerita tentang seorang anak yang menemukan kunci beserta kertas bertuliskan “Black” dalam vas bunga peninggalan ayahnya yang meninggal pada tragedi menara kembar, September 2001. Anak yang bernama Oskar Schell tsb kemudian berkeliling New York untuk mencari para Black demi menggali informasi tentang ayahnya. Buku ini juga menggunakan sudut pandang kakek dan nenek Oskar melalui surat-surat yang mereka tulis untuk Oskar dan ayah Oskar; Thomas. Seperti buku JSF yang lain, Everything Is Illuminated, juga memasukkan Holocaust sebagai latar keluarga Schell yang tercerai-berai dan timpang dalam banyak hal terutama mengungkapkan kasih sayang.
Bisa ditebak kan mengapa buku ini cukup menguras emosi dan melegakan secara bersamaan? Plus, gaya penulisan dan kata yang digunakan sampai ke hati.
.
Nah, setelah terharu karena buku di atas, malamnya saya termewek-mewek karena dorama Mother. Topiknya apalagi kalau bukan tentang kompleksnya hubungan ibu-anak dan kdrt.
I think the love little children give to their parents is unconditional. Even if they’re abandoned or nearly killed by their parents, they will still love them. No matter what. That’s why parents shouldn’t let their children go, no matter what. (Suzuhara Nao)
Ekspresi ibunya…
Muka Nao yang melankolis…
Terutama usaha Rena untuk tetap ceria, tidak mau mengeluh karena trauma ditinggalkan orangtuanya…
Klop dah. Memang baru sampai episode 3 dan tak sabar menuntaskannya. Apa daya, trio Dean-Sam-Castiel lebih menggoda. Hitung-hitung menetralkan haru biru dengan histeria fangirling
Dan ohhhhh… ada episode 6 (Happily Ever After) season 4 How I Met Your Mother yang dialognya cukup menampar (bagi yang sukarela tertampar).
When someone give us pain, we push it down. And when that pain come to starts up again we push more pain down. Why confront something when we can avoid it? And I will live a happy life..
Oh..
but then.. it just all went away. And that was it. At that moment I wasn’t angry anymore. I could see Stella was meant to be with Tony. Kids, you may think that your choice is only to swallow you anger or throw it at someone face. But there’s a third option. You can just let it go. And only when you do that it’s really gone and you can move forward. And that, kids, was the perfect ending to a perfect love story. It just wasn’t mine. Mine is still out there, waiting for me.
OH. Right O, Ted!
August 10, 2011
Okto Silaban - Labanux
Spesialisasi di Industri Web (Indonesia)
by Okto Silaban at August 10, 2011 02:24 AM
Membuat website itu sendiri paling basicnya, sudah butuh beberapa teknologi, sebut saja :
- Web server (Apache/Nginx/Tornado, dll)
- Database server (MySQL/CouchDB/MongoDB, dll)
- Server side programming (PHP/Python/Ruby, dll)
- HTML
Jadi.., untuk bisa bikin satu web utuh, anda harus memahami 4 jenis teknologi itu. *Eh, ini konteksnya menggunakan tool – tool yang open ya.., bukan pake tool2 enterprise ala Visual Studio, dkk itu.. Agak beda sepertinya, CMIIW.
Nah, dulu.., kalau bisa ke-empat hal ini sudah bagus. Tapi makin lama tuntutannya bertambah. Jadi seperti ini :
- OS (biasanya Linux, karena biasanya Apache, Nginx, Tornado dkk itu jalannya emang untuk di *NIX platform)
- Web Server
- Database Server
- Server Side Programming
- HTML
- CSS & JavaScript
Lalu berkembang lagi jadi begini :
- OS (ini bisa install OS, konfigurasi OS + install (compile) software + konfigurasi lho ya..)
- Web Server
- Database Server
- Server Side Programming + Framework (CodeIgniter/Django/Pylons, dll)
- HTML
- CSS & JavaScript + JavaScript Framework (JQuery/Mootools, dll)
- API (Facebook/Twitter, dll)
T : Beuhh.. banyak aje om?? Segitu yang harus dikuasai baru bisa jadi web progremer?
J : Ho oh..
T : Berarti rate web-developer makin lama makin tinggi dong ya? Kan spec nya makin rame aja tuh..
J : Eeeeh.. jangan sedih… Spec sih nambah, rate mah teteup..! Kalu dulu pas – pas UMR.., sekarang.. ya pas – pasnya UMR sekarang. Itu belum lagi kalo ada tambahan spec pamungkas : Photosop & Flash.
T : *pengsan*
Jaman semakin berkembang, jangan pingsan dulu dong. Spec sekarang sudah berubah jadi kurang lebih seperti ini :
- OS (install, konfigurasi, maintain) + Monitoring (Nagios, Munin, dll)
- Web Server (IOLoop/WSGI/FastCGI) + Load Balancer + Reverse Proxy
- Search Engine (SOLR, Sphinx, dll)
- Database Server + Replication/Sharding/dll
- Server Side Programming + Framework (CodeIgniter, Django, Pylons, dll)
- HTML(5)
- CSS & JavaScript + JavaScript Framework (JQuery, Mootools, dll)
- Webservice (API, OAuth, dll)
- API (Facebook, Twitter, dll)
T : Omm… Ini beneran dipegang satu orang om? *mata berlinang*
J : Beneran lah..
T : Gini ya om.. Kalo di luar negri, masing – masing item itu kan dipegang oleh orang (bahkan tim) yang berbeda om.. Gak mungkin deh satu orang disuruh bener – bener nguasain semua item itu dari atas sampe bawah.. Itu bukan spesialisasi namanya. Harusnya ada server admin sendiri, network admin sendiri, system engineer sendiri, front end engineer sendiri, gitu..
J : Lho.. siapa bilang kalau nguasain semua ini bukan spesialiasi…??
T : Kalau nguasain semuanya itu, walopun cuma kulit – kulitnya doang.., terus spesialisasi dia apa dong Om?
J : Ya WEB DEVELOPER.. Piye toh? *krompyaaaaang….
(BONUS) : Pada kenyataanya, masih ada ini : ***(jika diperlukan sebaiknya bisa juga, atau bahasa halusnya : preferably having knowledge in …) seperti berikut :
- OS (install, konfigurasi, maintain) + Monitoring (Nagios, Munin, dll)
- Web Server (IOLoop/WSGI/FastCGI) + Load Balancer + Reverse Proxy
- Search Engine (SOLR, Sphinx, dll)
- Database Server + Replication/Sharding/dll
- Server Side Programming + Framework (CodeIgniter, Django, Pylons, dll)
- HTML(5)
- CSS & JavaScript + JavaScript Framework (JQuery, Mootools, dll)
- Webservice (API, OAuth, dll)
- API (Facebook, Twitter, dll)
- *** Photoshop + Flash, CorelDraw, Adobe Illustrator
- *** J2ME, Android, BlackBerry, iOS
- *** Setting printer, install driver, setting wifi, setting USB modem
- *** Social media strategy
- *** Bikin anak.. #uhuk
*oke.. saya memang lebay.. Boleh dooong.. kan blog saya sendiri
Kesimpulan
Menurut saya sih.., spesialisasi itu akan dibutuhkan, jika industri-nya memang sudah matang. (Spesialiasi dengan kompensasi yang memadai lho ya..).
T : Jadi industri web di Indonesia itu belum matang gitu om?
J : Sepertinya begitu.. Sistem kerja dan penghargaan terhadap sebuah spesialiasi itu baru bisa terwujud kalau industrinya sudah matang. Bagaimana perusahaan (web) mau menerapkan sistem kerja berbasis riset dan memberikan penghargaan yang sesuai untuk sebuah spesialisasi di sebuah bidang (web engineering), kalau perusahaan itu sendiri masih meraba – raba bisnis modelnya sendiri.
Dalam bahasa Jerman nya : “Mosok kene arep mbayari sampeyan nguprek – nguprek CouchDB, padahal banner-e kene gak payu – payu mas… Ono – ono wae sampeyan iku.. Wis toh.. gek ndang dirampungke web-e.. Ojo lali, gawekke desain nggo presentasi nang client sesuk yo.”
August 08, 2011
Desti Utami - D Articles
Takodok!
by Takodok! at August 08, 2011 05:05 AM
Acara gosip pagi menayangkan mantan artis cilik yang terjerat kasus narkoba. Pengacaranya berkata, “Ya… mbak Anu kan tidak terbukti sedang memakai. Hanya kedapatan membawa barang itu saja”
What the…
Variasi lain; “Mas Ini kan cuma pemakai, bukan pengedar. Kita sedang berusaha mendapat keringanan hukuman. Lagipula ada pasal blabla yang menyatakan negara harus memberikan kesempatan rehabilitasi bagi tersangka yang hanya sebagai pemakai.”
Oh. Mungkin saya hanya salah dengar atau salah kutip. Tetap saja berbagai pikiran sinis berseliweran.
“Sudah berbuat mesti berani bertanggungjawab dong!”
DEG!
Apa saya sudah mengamini kalimat di atas dengan perbuatan? Belum. Belum bisa sepenuhnya. Bahkan tawar menawar peraturan telah saya lakukan.
Pada akhirnya saya cuma bisa bengong sambil bergumam, “Ya, Saya mengerti.” Saya mengerti rasanya berusaha membengkokkan peraturan demi kesempatan kedua, ketiga, ke-sekian. Saya mengerti rasanya tidak bisa menjawab ketika orang bertanya alasan mengapa sampai berbuat salah. Saya mengerti rasanya ingin berteriak ke orang-orang “Urus saja masalah kalian sendiri! Jangan liat saya yang kalian cap bersalah ini. Senang kan melihat orang yang punya kesulitan lebih parah dari yang kalian punya? Selamat. Sekarang, balik kanan sana! Shoooo!”
Halah lebay curangnya. Curang. Curhat terang-terangan. Curahan hati terang-terangan. << Kalau ada yang tidak tau apa artinya.
Begitulah cerita hiburan pagi saya yang lagi-lagi berujung agak menyesali diri sendiri. Kasian ya? Hibah kulkas dong. *teuteup*
August 07, 2011
Desti Utami - D Articles
rendang
by Takodok! at August 07, 2011 08:16 AM
… itu berupa

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Lamb_rendang.jpg
Alasan bosan?
Untuk merasa bosan perlu alasan ya? Baiklah. Saya akan coba menjabarkan perasaan bosan saya.
Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan. Bosan.
Hus! Di luar sana masih banyak yang kelaparan mungkin seumur hidup belum ketemu rendang lho.
Oh maaf. Tidak ada maksud sama sekali untuk menyinggung perasaan orang-orang lapar maupun orang-orang yang peduli akan kelaparan. Bila bertemu orang lapar atau orang-orang yang peduli kelaparan dan mau serta tau cara menyalurkannya, dengan senang hati akan saya sumbangkan rendang penyebab kebosanan saya ini.
Serius.
Tapi sayangnya kenyataan tidak selalu bersahabat baik dengan keinginan mulia. Pun tetap menyumbangkan sebagian rejeki, tetap saja ada rejeki yang tersia-sia, terbuang percuma karena tidak mampu menghabiskannya sendiri. Contohnya ya rendang tadi.
Hus! Riya’!
Maaf. Balik bahas rendang saja ya?
Bagi segelintir orang, rendang bak makanan surga. Bahkan ada yang sampai kesal bukan kepalang pada negara tetangga yang mengklaimnya.
Hus! Bahasan basi!
Baeklaaaaahhhhhhh… Toh saya cuma mau pamer kalo saya punya persediaan rendang berlebih. Tidak ada teman berbagi karena saya sedang sendirian di rumah dan/atau para teman serumah saya juga punya rendang masing-masing. Terus terang saya bosan makan rendang selama waktu buka-sahur beberapa hari ini. Ingin mengganti menu dengan makanan lain tapi sayang juga kalau bentuk manifestasi kasih sayang ibu sampai terbuang percuma.
Lho, rendang kan tahan lama? Paling lama 2 hari, lalu mesti dipanaskan dengan api kecil (magic com saja tidak cukup, tonto!) atau dimasukkan ke dalam kulkas. Saya tidak punya kulkas. Kasian ya? Hibah dong.
Hus! Malah minta-minta!
Namanya juga usaha. Dan saya akan tetap berusaha menghargai manifestasi kasih sayang ibu ini. Lebay? Tidak. Dalam setiap kelapa yang terpakai dalam pembuatan rendang ini ada cucuran keringat ibu ketika mempersiapkannya.
Errrrrr…. nyoba romantis kok malah aneh
Pokoknya anak rantau jangan belagu soal makanan. Prinsip i’ll take what i can get harus diterapkan dan dihayati dengan seksama. Gitu…
Iya. Gitu.


















































